Thursday, August 28, 2008

Jujur



Kalau lihat foto ini, pasti kita akan berpikir, "Ah... Itu sih gampang. Gue juga bisa."

Kira-kira bisa apa yah? Bisa karena memang kita jujur? Atau bisa karena kita bisa berpura-pura jujur?

Sebetulnya, syarat calon karyawan adalah jujur, itu tidak cuma buat SPG, tapi semua. Jadi, kalau ada iklan lowongan,
DICARI
PROGRAMER, SYARAT:
JUJUR
TANGGUNG JAWAB

Pasti akan sedikit calon pegawai yang terseleksi. Karena yang ada pasti pura-pura jujur, ngaku jujur padahal setengah ngibul. Bisa bahasa Phyton, memang bisa, tapi cuma bikin perintah untuk mencetak "Hello world" saja. Giliran disuruh implementasikan sebuah algoritma ke bahasa Phyton, belum tentu bisa. Padahal di CV tertulis,
Capable of: Phyton, Perl, Ruby, C# and so on and so on and so on...

Begitupun dengan mencari sosok pimpinan yang ideal. Menurut polling majalah SWA, sosok pemimpin yang dibutuhkan oleh anak buahnya, bukanlah intelejensia, ahli mempimpin, ataupun dekat dengan karyawan, bukan. Nomor satu yang diinginkan dari anak buah terhadap pimpinannya adalah: JUJUR.

Banyak cerita dimana orang-orang sering pura-pura jujur atau tidak jujur ketika mencari pekerjaan. Bahkan ada orang yang mengaku ketika diwawancara, "saya bisa dan mengerti keuangan". Tapi, setelah diterima, langsung ngaku, "Pak, maaf, saya sebetulnya tidak bisa keuangan. Eee... Bisa sih, tapi bisa sedikit. Karena itu, saya minta 2-3 bulan untuk mempelajarinya." Gubrak! Alasannya dia tidak jujur adalah kalau sudah keterima, ngaku bukan masalah, karena ga bakal ditendang mengingat bagi perusahaan untuk cari orang lagi adalah tidak gampang dan tidak murah.

Ngomong-ngomong soal jujur ataupun pura-pura jujur, buku BLAKANIS karangan Arswendo Atmowiloto sangat bagus untuk dibaca. Topik utamanya soal kejujuran.

Saya akan mengetik ulang alias mengutip kata-kata yang ada dibuku BLAKANIS halaman 93-94 tentang kejujuran:

MUSUH UTAMA KEJUJURAN BUKANLAH KEBOHONGAN, MELAINKAN KEPURA-PURAAN. BAIK PURA-PURA JUJUR ATAU PURA-PURA BOHONG.

*

Kira-kira, dengan berpura-pura jujur, kita mengingkari kejujuran. Kalau kita bohong, kita bisa meralatnya ketika kita di blaka. Tapi ketika kita berpura-pura, kita lupa bahwa sebenarnya kita sedang berpura-pura.

*

Bagaimana mungkin aku bisa mengatakan aku percaya kepada Tuhan, beriman kepada Tuhan, kalau aku tak mulai dengan jujur?

Wednesday, August 27, 2008

Belajar Jadi Bos Yang Baik

Hari ini saya belajar satu lagi dari seorang teman. Belajar untuk menjadi bos yang baik dan bijaksana.

Dia cerita kalau temannya, anggaplah si X, keluar dari kantor gara-gara hal sederhana. Dalam sebuah obrolan antara si X dengan bos si X, si bos berkata, "Ah, elu kahn dah berumur. Lu ga bakalan keluar dari sini lah." Obrolan ini dipicu oleh keadaan kantornya yang banyak karyawannya mengajukan pengunduran diri.

Entah angin apa, si X mungkin tidak terima dengan pernyataan tersebut, tidak lama kemudian, si X keluar dari kantornya.

Terkadang, jadi bos itu memang bisa ngomong seenaknya. Tapi, kalau keenakan bisa-bisa kebablasan yang berakibat si objek penderita tidak terima. Yang rugi? Si Bos sendiri karena karyawannya OUT. Kalau sudah OUT, terpaksa harus cari karyawan baru yang juga menjadi pengeluaran baru untuk training, inisiasi pekerjaan dan lain-lain.

By the way, kenapa saya belajar menjadi bos? Emang sudah mau keluar dari tempat sekarang dan membuat kantor sendiri? Jelas belum, karena hingga hari ini bos saya kalau ngobrol selalu baik-baik. Jadi belum ada pemicu untuk keluar dan mendirikan perusahaan sendiri. Padahal keinginan untuk mendirikan perusahaan sendiri sudah ada dari dahulu.

Tuesday, August 26, 2008

Berniat Pakai Lantai Kayu? Ntar Dulu...

Anda berniat untuk memakai lantai kayu supaya lebih terasa alami didalam rumah? Mungkin harus dipikirkan kembali karena saya baru saja menemukan kekurangan dari lantai kayu: Gampang rusak kalau tergenang air.



Kebetulan, dikantor saya, baru saja terjadi kerusakan lantai kantor yang lumayan bikin garuk-garuk kepala. Dulu saya mengimpikan kalau rumah saya nanti bakal memakai lantai kayu karena terasa adem dan indah. Tapi, ketika melihat lantai kantor yang rusak akibat tergenang air dari kerusakan dispenser yang bocor, saya jadi bingung atas impian saya itu.

Tapi ga mengapa. Tidak perlu menyesal. Karena sebenarnya... Lantai kayu itu lebih mahal dari keramik.

Monday, August 25, 2008

Always Be My Baby? Hell No...

Saya lagi demen lagu Always Be My Baby yang dibawakan David Cook di final American Idol terakhir. Keren aja. Dan asik. Gara-garanya lagi dengerin HardRock FM, trus disiarin lagu ini. Wah, keren juga yah. Lalu saya donlot lagunya, dan diputar berulang-ulang. Jadinya, saya menemukan keganjilan dari isi lagu ini.

Dibilang, si cowo ga bakalan nangis. Ga bakalan ngerengek ketika ditinggal:

I ain't gonna cry no
And I won't beg you to stay
If you're determined to leave girl
I will not stand in your way
But inevitably you'll be back again
Cause ya know in your heart babe
Our love will never end no


Karena si cowo punya keyakinan kalau si cewe bakal balik lagi:

I know that you'll be back girl
When your days and your nights get a little bit colder oooohhh
I know that, you'll be right back
Ooooh! baby believe me it's only a matter of time


Tapi...
...Rasanya ga tepat aja deh. Karena, saya punya pengalaman diputus pacar(cewek pastinya). Saya yakin kalau dia adalah always be mine. Saya berharap dia akan balik lagi. Seperti dibagian ini:

We were as one babe
For a moment in time
And it seemed everlasting
That you would always be mine
Now you want to be free
So I'm letting you fly
Cause I know in my heart babe
Our love will never die, no


Eh, nyatanya tidak. Dia ga balik lagi. Diajak makan bareng pun juga ogah.

Jadi, lagu ini hanya tepat untuk menjadi penghiburan aja bagi cowo yang patah hati karena memang cewe, kalau sudah minta putus, pasti ogah balik lagi.

Sunday, August 24, 2008

Saturday, August 23, 2008

Televisi Berbayar Pertamaku

Dari dulu, salah satu impian saya adalah memasang televisi berbayar. Kenapa? Karena saya sudah empet, eneg, bosen, bete, jemu dengan acara televisi lokal yang dipenuhi sintetron sampah, payah, ga masuk akal, tidak mendidik, aneh, ceritanya ngawur dan infotainment yang selebnya pada narsis, bodoh, tolol, berpikiran pendek, so ganteng, so homo(?), dan so so lainnya.

Akhirnya, pada hari senin kemarin, rumah saya dengan resmi telah terpasang Indovision! Yahoooo....

Loh, kok Indovision? Katanya penulis bola? Kenapa ga langganan Astro yang ada liga inggrisnya?

Oh, Astro sudah tidak ada lagi liga inggrisnya. Malang sekali nasibmu Astro. Dan itulah keberuntungan saya tidak ikut-ikutan memasang Astro ketika BPL dibajak oleh Astro. Saya menunggu jikalau bakal ada yang ga beres dengan siarannya. Dan ternyata benar! Siaran Liga Inggris pindah ke Aora TV.

Trus, kalau ga Astro, kenapa ga kabelvision? Khan ada internetnya juga.

Waduh. Mau main internet atau mau nonton? Mau istirahat atau mau kerja? Ketakutan saya kalau memasang internet dirumah adalah: saya akan lebih mudah untuk menyibukan diri kembali didepan internet. Dan hal itu sesuatu yang saya hindari demi keharmonisan rumah tangga saya (cie ileee...)

Tapi ini hanya opini saya. Saya tidak bermaksud mempromosikan Indovision adalah lebih baik dari yang lain. Bukan...(takut digebukin orang astro dan kabelvision). Saya hanya melihat tujuan saya memasang televisi berbayar adalah untuk santai, rileks dan... nonton Fashion TV Midnight Hot tentunya, huehehehe...

Maafkan...

Maafkan jika saya meracau ndak karuan dipost ini. Saat itu saya benar-benar jengkel. Dan saat itu juga, terbesit perkataan teman saya kalau ngeblog itu katanya bisa menyembuhkan. Menyembuhkan kondisi jiwa katanya. Dan ternyata benar. Ketika saya kesal, karena komputer saya dimatikan secara paksa lalu dihidupkan lagi, yang berakibat kerjaan saya banyak yang tidak tersimpan, saya langsung menumpahkan segala unek-unek(atau uneg-uneg?) kedalam blog ini. Dan hasilnya? Relieeeeeved... Lega rasanya.

Lah, kalau yang tertuduh, membacanya bagaimana?

Terserah. Pokoknya saya cuma nulis doang. Kalau si anu protes, saya cuma bilang, "Udaaa... Ga papa kok. Santai aja."