Showing posts with label suara hati. Show all posts
Showing posts with label suara hati. Show all posts

Friday, March 23, 2012

Mari Memberi Impact Lewat Tulisan

Pada dasarnya, di lubuk hati dan pikiran terdalam setiap manusia, pasti ingin membuat perbedaan. Kita ingin memberi kontribusi. Kita ingin memberi pengaruh kepada lingkungan sekitar kita. Kita ingin merubah dunia. Kita ingin memberi impact. We want to matter.


Terkadang saya sering bertanya dalam diri sendiri, "Ngapain sih gue iseng melakukan blog setiap hari selama 2012 ini?"

"Ribuan orang sudah nulis blog, dan artinya tulisan elu yang bakal dibaca oleh orang juga ga banyak karena kalau ke kait lewat Google juga untung-untungan. Jadi, ngapain lagi nyampah di blog, buang-buang waktu."

Kutipan diatas yang saya ambil dari blog Nofie Iman sudah menjawab semua. Biarpun tekesan nyampah, tapi saya berusaha untuk memberi kontribusi karena hampir semua blog yang sudah dan yang akan saya tulis adalah pengalaman baik maupun buruk. Yang baik kalau bisa diikuti. Yang buruk kalau bisa dihindari. Dan semua tulisan yang sudah dan yang akan saya tulis juga lebih banyak tips, baik tips dalam dunia IT maupun tips dunia bisnis, dunia yang sedang saya pelajari.

So, mari kita memberi impact ke semua orang lewat tulisan.

Saturday, March 10, 2012

Wanita Yang Cakap Lebih Berharga Daripada Permata

Ketika melewati depan penjara Cipinang, saya sedikit dikejutkan dengan pemandangan didepan motor saya. Seorang kondektur metromini berjilbab alias kondektur wanita.


Sebelum-sebelumnya saya sempat menyaksikan kondektur wanita. Tapi kali ini lebih spesial, karena berjilbab. Artinya, bukan wanita yang kasar punya (dugaan saya saja atawa judge the book by the cover). Dan soal wanita menjadi pekerja diranah pria, bukan hal aneh. Supir busway pun banyak yang wanita.

Di dalam ajaran kristen, wanita yang bekerja adalah baik. Terkait dalam hubungan suami istri, istri yang bekerja dibidang yang dianggap adalah pekerjaan kasar, seharusnya tidak usah dipandang sebelah mata atau dianggap remeh ataupun dilarang, karena bekerja dibidang apapun, asalkan halal, Tuhan senang.

Dalam amsal 31:10-13, disebutkan wanita yang cakap lebih berharga daripada permata:

31:10 Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.
31:11 Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.
31:12 Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.
31:13 Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.
--

Jadi, berbahagialah suami dari si kondektur metromini karena dia memiliki istri yang baik.

Friday, March 9, 2012

Kayalan Punya Usaha Mengkonversi Artikel Kertas Jadi Artikel Audio

Melihat iklan ini:

Saya jadi kepikiran untuk membuka usaha mengkonversi artikel kertas menjadi artikel audio.

Bisnis ini sangat gampang. Seleksi calon karyawan yang memiliki suara enak didengar untuk menjadi narator. Cari kantor media cetak yang mau dinarasikan artikel-artikelnya. Itu saja.

Sekarang yang jadi pertanyaan, calon customer-nya ada atau tidak.

Hmm� kalau soal customer sebetulnya perkara bisanya kita ngebujuk calon pelanggan.

Lalu, jika sudah dapat customer, pasarnya ada atau tidak.

Hmm... pengguna blackberry atau smart phone sudah banyak. 

Tapi, untuk mendownload artikel audio caranya bagaimana? Harus buat situs sendiri atau nebeng ke portal yang sudah beken?

Calon customer mestinya pemilik media cetak yang beken-beken seperti Kompas dan customer seperti ini pasti punya portal.

Tapi, portalnya sudah ada modul untuk berjualan file audio tidak?

Ahk� pusing duluan jadinya�

Friday, February 24, 2012

Menjadi Pelatih Menuntut Kesabaran

Minggu pagi, bangun jam 5, ambil bola basket, pakai sepatu dan dengan motor saya meluncur kelapangan basket di Kemang Pratama, Bekasi. Sesampai disana, ada 4 anak yang kira-kira masih kelas 1 atau 2 SMP sedang bermain. Saya join. Shoot beberapa kali, saya tidak jadi meneruskan olahraga saya. Saya melihat ke-4 anak tanggung ini bermain basket yang belum lancar. Entah ada dorongan apa, saya langsung menawarkan untuk melatih mereka. Mereka mau. Saya pun latih mereka melakukan passing bola, lay up dan shooting yang benar.

Menjadi pelatih ternyata menuntut kesabaran. Walau hanya melatih 4 anak saja, sikap disiplin itu memang tidak pernah langsung ada. Jadi, dengan sabar, saya harus mengatur mereka berbaris, mengajarkan ulang tanpa harus menaikan nada suara.

Monday, February 20, 2012

Strategi Nomor 5 Sun Tzu dan Indonesia

Dalam 36 Strategi Perang Ala Sun Tzu, ada satu strategi yang kalau dicermati lalu disambungkan dengan kondisi negara saat ini, akan terasa mengerikan. Strategi itu adalah strategi nomor 5.

Strategi 5
Gunakan kesempatan saat terjadi kebakaran untuk merampok lainnya. (Merampok sebuah rumah yang terbakar.)
Saat sebuah negara mengalami konflik internal, ketika terjangkit penyakit dan kelaparan, ketika korupsi dan kejahatan merajalela, maka ia tidak akan bisa menghadapi ancaman dari luar. Inilah waktunya untuk menyerang.

Jika kita sambungkan strategi 5 ini dengan kondisi negara dimana banyak terjadi perampokan, pemberontakan, pertikaian antar kelompok masyarakat, pertentangan antar kelompok agama, cerita partai Demokrat dilanda korupsi atau korupsi dimana-mana, presiden sebagai komando tertinggi juga tidak bisa berbuat apa-apa dan hal-hal buruk lainnya yang banyak kita lihat di televisi, maka akan menjadi mudah bagi negara lain yang ingin melakukan invasi dan Indonesia sudah seperti makanan empuk.

Saya tidak bisa membayangkan kengeriannya jika negara lain menyerang Indonesia dan peperangan benar-benar terjadi.

--

Monday, January 30, 2012

Hidup itu Adil

 

Ketika dijalan dan kedapatan macet total lalu melihat polisi tidak bisa berbuat apa-apa, dalam hati, saya kesal minta ampun. �Hei pak Polisi. Lakukan sesuatu!!�, begitu suara bisikan dalam hati penuh emosi yang sering terungkap.

Tapi hidup itu adil.

Ketika sistem aplikasi backoffice berjalan lambat, semua user susah untuk entri data dan saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya jadi merasa di sisi pak Polisi yang tidak bisa berbuat apa-apa terhadap kemacetan total yang pernah saya alami. Semua pada komplain. Tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena belum ada solusi yang tepat dan hanya bisa mengurangi hal-hal yang mengakibatkan sistem lambat tapi belum berdampak banyak.

Tuesday, January 20, 2009

Facebook di blokir? Gapapa Kok. Karena...

Widiarini Bayuningtyas baru saja berteman dengan Bara R. Pattiradjawane dan merasa bahwa Anda mungkin saja mengenal Bara.

Untuk melihat saran teman ini dan meminta Bara untuk menjadi teman, ikuti tautan di bawah:
http://www.facebook.com/n/?reqs.php

Terima kasih,
Tim Facebook

Email ini datang tadi pagi dan akan menjadi kenangan secara... Efektif per kemarin, situs Facebook sudah diblok oleh administrator network kantor. Jadi, saya dan pengguna Facebook di kantor tidak bisa lagi "main-main".

Oh wait... Efektif tanggal 24 Januari, saya sudah tidak lagi bekerja di PT GMN. Jadi, saya tidak perlu resah tidak bisa "main-main" lagi secara mau pindah kapal, hehehe...

Kantor saya memang ketat perkara buka-buka website. Tapi bukan karena itu alasan saya untuk pindah kelain hati. Alasan sesungguhnya?

My decision to leave is both personal and professional; this was not an easy decision and took a lot of consideration.

Ya, seperti itulah ungkapkannya kenapa saya akan resign dari kantor sekarang.

Tuesday, January 13, 2009

Orang Miskin? Setan Lo!!!

Tadi pagi, saat terjebak macet diperempatan Galaxy, Bekasi, saya melihat sekilas ban belakang seorang pengendara motor disundut oleh mulut becak. Note: Disundut. Cuma tersentuh sedikit.

Tapi. Ga pake basa-basi, langsung si pria bermotor itu berteriak, "Setan!"
Sedangkan si tukang becak diam aja dengan wajah bersalah.

Refleks, dalam hati saya langsung bergumam, "Eh.. eh.. kok gitu sih... Loh kok marah... Jangan gitu sayang.."
Eh, ga deng, itu sih lagu lebay(lebay tuh apa yah?)

Dalam hati, saya bergumam, "Woi!!! Sopan dong ama bapak tukang Becak. Dia jadi tukang becak bukan kepengennya dia kok."

Sebenernya pengen bicara dan teriak membalas, tapi... Ga berani ^_^

Inti dari tulisan pendek ini, kenapa orang sekarang gampang meluapkan amarahnya terhadap orang miskin seperti pada tukang becak tadi?

Monday, December 8, 2008

Hasil Dari Harapan Tahun 2008

Tahun lalu, tepatnya Jumat, 28 Desember 2007 saya membuat resolusi 2008. Sekarang, saat waktu sudah mendekati akhir tahun, saya mau mengecek apakah resolusi saya banyak yang berhasil.

1. Quarter pertama 2008 => Lulus ujian Microsoft Dynamics AX 4.0 Development Introduction Certification Exam.
Hasil: Gagal.
Alasan: Males.

2. Quarter kedua 2008 => Dapet side job diatas 50 juta.
Hasil: Seperlima berhasil.
Alasan: Karena nilai jobnya cuma seperlimanya.

3. Banyak yang mau beriklan di Bolanova.com dan meraih profit. (Moga-moga)
Hasil: Gagal.
Alasan: Setelah EURO 2008 -> mulai males nulis. Jadinya, bukan meraih profit malah terbengkalai plus tekor karena investasi waktu dan uang jadi terbuang percuma di tahun ini.

4. Bikin buku tentang Telerik. Component 3rd Party Visual Studio 2005.
Hasil: Gagal.
Alasan: Males + padatnya kerjaan dikantor maupun diluar kantor :)

5. Punya Bajaj Pulsar.
Hasil: Gagal.
Alasan: Dah beli Terios. :)

6. Perut langsing.
Hasil: Gagal.
Alasan: padatnya kerjaan dikantor jadi males olahraga. :)

7. Ga sakit-sakitan.
Hasil: Berhasil.
Alasan: Banyak berdoa.

8. Punya baby.
Hasil: Berhasil.
Alasan: Memang berkah kalau ini sih...

9. Bikin blog sejenis Techcrunch atau ReadWriteWeb.
Hasil: Gagal.
Alasan: Males. Dah males nulis soal Tekno-teknoan. Semangatnya cuma ditahun 2007.

10. (And this is the most important thing) Dapat kantor baru. Gaji besar. Kerjaan gampang. Pulang selalu on time. Dapat fasilitas car loan. Kalau bisa, dikasih mobil gratis :)
Hasil: Gagal.
Alasan: GAK ADA yang mau nerima karyawan males kayak gue :)

---

Kesimpulan: Biarpun banyak yang gagal, tapi ada satu harapan yang mengalahkan semuanya. Punya Bayi. Wuih...
Ini ga ada yang bisa ngalahin boo...

Thursday, November 13, 2008

I�m Not Going To Pesta Blogger 2008

I�m not going to Pesta Blogger 2008. Ya. Bukan karena saya kapok karena ga dapet makan siang kala pesta blogger tahun lalu. Bukan. Kebetulan, ditanggal yang sama, saya memiliki acara yang tidak bisa ditinggalkan.

Untuk panitia pestablogger 2008, semoga acara ini bisa menjadikan blogger sebagai media untuk speak your mind seluruh rakyat Indonesia. Tidak ada lagi yang ditutup-tutupi (kecuali aurat, so pasti ditutupi dong...). Tidak ada lagi saling memusuhi. Semua sama, semua teman, hanya melalui blogging.

Saya juga berharap, melalui ajang ini, blog semakin dimengerti oleh blogger yang hadir bahwa blog bukanlah media penghasil uang, seperti yang digadang-gadangkan oleh buku-buku yang mengajarkan mencari uang melalui internet, tapi blog adalah media untuk pendidikan, untuk kekerabatan dan yang positif lainnya.

Sukses untuk PestaBlogger 2008.

Tuesday, October 14, 2008

Prinsip Main Rakit Asumsi Sendiri

"Saya menutup telepon dan seketika menyadari sesuatu: tangan saya gemetar. Saya marah. Saya murka. Merasa privasi saya diterjang dan diobrak-abrik. Orang itu datang ke teritori pribadi saya, berbekal asumsi yang ia rakit dari info sepotong, kemudian dengan gagah berani mengusung panji kebenarannya sendiri. Persis prinsip orang main hakim sendiri, tanpa ba-bi-bu merajam sang tersangka tanpa perlu memproses lebih lanjut. Senjatanya bukan batu, melainkan kata-kata. Merenungi itu semua dada saya pun sesak. Sesuatu bergolak sangat hebat."

Penggalan diatas saya ambil dari tulisan Dewi Lestari diblognya. Menarik, karena didalam software development, prinsip main rakit asumsi sendiri untuk membuat user specification, sering terjadi.

Dibilang Dee, "berbekal asumsi yang ia rakit dari info sepotong, kemudian dengan gagah berani mengusung panji kebenarannya sendiri."

Nah, kalau diubah sedikit menjadi, "berbekal asumsi yang ia rakit dari info sepotong, kemudian dengan gagah berani mengusung user specification sendiri." Itu terjadi dibeberapa Senior developer atau system analist khususnya mereka yang saya tahu dan selama saya bekerja lebih dari 5 tahun berkecimpung di IT.

Sering banget saya menemukan hal seperti itu. Punya info sedikit, lalu dengan pedenya berasumsi sebuah flow proses bisnis adalah ini, ini dan ini. Tapi, setelah diimplementasi dan user mencoba, ternyata bukan ini, ini dan ini. Malah itu, ini dan itu.

Sakit hati? Jelas.
Capek? Pasti.
Emosi? Ga perlu. Selama saya masih jadi kopral, perintah komandan mesti dijalankan, meskipun cuma berbekal bambu runcing sedangkan lawan menggunakan Bazoka.

Yang jadi pertanyaan, kenapa bisa begitu? Asumsinya ada dua:
1. Senior developer atau System Analist malu(males) bertanya, yang berakibat sesat dikerjaan.
2. Senior developer atau System Analist memang kelewat pede.

Solusinya?
Seperti tadi saya bilang: Selama masih jadi kopral, perintah komandan mesti dijalankan, apa pun itu meski berbekal bambu runcing sedangkan lawan menggunakan Bazoka.

Sunday, October 5, 2008

Mario Teguh vs Akhirat

Tulisan tentang Mario Teguh ternyata mendapat respon yang cukup lumayan. Dari sekian komen yang ada, ada satu yang cukup bagus dan patut untuk di repost:

Yang terpenting adalah inti dari apa yang dikatakannya, janganlah kita melihatnya lebih sebagai Mario Teguh, melainkan makna yang terkandung dari ucapannya.
Jangan pula kita lebih meng-agungkan sang Mario Teguh, karena keadaan ini juga akan meng-create pengkultusan, sebagaimana yang dilakukan oleh:
orang2 Budha kepada si Budha Gautama,
orang2 Islam kepada Muhammad SAW,
orang2 Kristian kepada Jesus dengan menjadikan persamaan kedudukan antara Tuhan dengan Rasul2 Nya.
Hal spt ini bisa saja terjadi atas Mario Teguh yang dilakukan oleh kita, pada hakikatnya yang benar itu datangnya dari TUHAN yang Maha Esa, Dia tidak beranak dan diperanakkan, Dia Maha Segala-galanya, Dia tidak Mati juga tidak pula tertidur,
Dialah yang menjaga Alam semesta ini tanpa sedetikpun Dia terlengah, tidak ada sebatang daunpun yang gugur dari dahan yang Dia tdk mengetahuinya,
Dialah yang menguasai Hari pembalasan, dimana tidak ada lagi perlindungan kecuali amal perbuatan kita selama hidup,
Dialah yang Maha Suci dari apa yang kita persangkakan,
Dialah A L L A H, Tuhan kita satu-satunya, yang tidak ada satupun yng menyerupainya, kalaulah kebenaran itu datangnya dari seorang Mario Teguh, kita harus berterimakasih kepada Tuhan atas petunjukNya itu,
dan juga kepada seorang manusia yang bernama Mario Teguh, semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan atas dirinya dan kita sekalian dalam menyelesaikan hidup yang hanya sesaat ini.
Ketahuilah oleh kita semua, bahwa hidup ini hanyalah senda-gurau belaka, akhirat jauh lebih kekal dan abadi.
Salam Super buat semua.


- - -

So, ada yang mau menambahkan? Atau malah menyanggah? Silahkan...

Friday, September 12, 2008

Sibuk Ah...

Sumpah, seminggu lebih ini saya sibuk banget. Sibuk projek dikantor, sibuk juga projek diluar kantor (ups... ). Ditambah lagi email-email pemesanan software klinik yang sekedar nanya tapi tiap hari hampir ada, duh, ribet. Pokoknya hectic banget deh didalam dan diluar kantor, sampai-sampai ga bisa ngeblog buat blog sontoloyo ini dan blog bolanova.com.

Asli, sekarang, mau ngetik lagi, otak dah ga seger, pundak rasanya diteken besi 1 ton, mata berkunang-kunang, susah deh pokoknya. Biasanya, kalau cari pelega, saya turun ke lobby, lihat cewe-cewe berseliweran di lobby wisma 46 yang selalu berdandan seperti ke pesta, dan saat itu juga hati jadi tenang, pikiran segar, mata juga makin fresh. Tapi sekarang, karena beban kerjaan yang terlalu banyak, lihat perempuan seperti tadi tidak berefek apa-apa.


salah satu sudut lobby wisma 46, diambil menggunakan sony ericsson k800

Bicara tentang perempuan yang mengenakan pakaian mewah kekantor, saya cuma heran aja, apa mereka tidak risih, berdandan yang ribet-ribet, padahal seharian didepan komputer. Kecuali, memang kerjanya selalu menghadapi klien atau nasabah. Tapi kalau beneran cuma didepan komputer (doang), lalu pakai pakaian yang "wah", apa ga buang-buang waktu buat dandan? *halah... ga penting banget, hehehe...*

Ok, sekian curhat ga penting ini, saya mau pulang ke rumah, dan mengerjakan apa yang musti dikerjaan... (side job maksudnya, hihihi...)

***
Ditulis dari komputer kantor karena memang tidak pasang internet dirumah

Thursday, September 4, 2008

Damai Di Blog, Damai Di Hati

Tujuan agama adalah untuk mencari kedamaian. Mendapatkan kedamaian. Menciptakan kedamaian. Jikalau kedamaian itu dilecehkan, dihancurkan, dirusak, yang pasti, kita akan merasa tidak nyaman, geuleuh, tidak tentram dan tidak tidak lainnya.

Membaca blog ini: mantanmuslim.blogspot.com , membuat saya jadi merasa geuleuh, merasa tidak nyaman. Sejarah bukan digunakan untuk memutarbalikan kedamaian. Jikalau memang benar, itu terserah yang mempersepsikannya. Tapi harapan kita, sebagai umat manusia, janganlah yang jelek-jelek, yang melecehkan, yang bisa merusak kedaimaian itu disebarkan buat publik. Simpan saja didalam hati karena kedamaian yang sudah berjalan, jangan dirusak lagi, ga enak rasanya.

***

Update: Blog yang tertera diatas, sudah dipenggal alias diblock oleh Blogspot per 10 september.

Thursday, August 28, 2008

Jujur



Kalau lihat foto ini, pasti kita akan berpikir, "Ah... Itu sih gampang. Gue juga bisa."

Kira-kira bisa apa yah? Bisa karena memang kita jujur? Atau bisa karena kita bisa berpura-pura jujur?

Sebetulnya, syarat calon karyawan adalah jujur, itu tidak cuma buat SPG, tapi semua. Jadi, kalau ada iklan lowongan,
DICARI
PROGRAMER, SYARAT:
JUJUR
TANGGUNG JAWAB

Pasti akan sedikit calon pegawai yang terseleksi. Karena yang ada pasti pura-pura jujur, ngaku jujur padahal setengah ngibul. Bisa bahasa Phyton, memang bisa, tapi cuma bikin perintah untuk mencetak "Hello world" saja. Giliran disuruh implementasikan sebuah algoritma ke bahasa Phyton, belum tentu bisa. Padahal di CV tertulis,
Capable of: Phyton, Perl, Ruby, C# and so on and so on and so on...

Begitupun dengan mencari sosok pimpinan yang ideal. Menurut polling majalah SWA, sosok pemimpin yang dibutuhkan oleh anak buahnya, bukanlah intelejensia, ahli mempimpin, ataupun dekat dengan karyawan, bukan. Nomor satu yang diinginkan dari anak buah terhadap pimpinannya adalah: JUJUR.

Banyak cerita dimana orang-orang sering pura-pura jujur atau tidak jujur ketika mencari pekerjaan. Bahkan ada orang yang mengaku ketika diwawancara, "saya bisa dan mengerti keuangan". Tapi, setelah diterima, langsung ngaku, "Pak, maaf, saya sebetulnya tidak bisa keuangan. Eee... Bisa sih, tapi bisa sedikit. Karena itu, saya minta 2-3 bulan untuk mempelajarinya." Gubrak! Alasannya dia tidak jujur adalah kalau sudah keterima, ngaku bukan masalah, karena ga bakal ditendang mengingat bagi perusahaan untuk cari orang lagi adalah tidak gampang dan tidak murah.

Ngomong-ngomong soal jujur ataupun pura-pura jujur, buku BLAKANIS karangan Arswendo Atmowiloto sangat bagus untuk dibaca. Topik utamanya soal kejujuran.

Saya akan mengetik ulang alias mengutip kata-kata yang ada dibuku BLAKANIS halaman 93-94 tentang kejujuran:

MUSUH UTAMA KEJUJURAN BUKANLAH KEBOHONGAN, MELAINKAN KEPURA-PURAAN. BAIK PURA-PURA JUJUR ATAU PURA-PURA BOHONG.

*

Kira-kira, dengan berpura-pura jujur, kita mengingkari kejujuran. Kalau kita bohong, kita bisa meralatnya ketika kita di blaka. Tapi ketika kita berpura-pura, kita lupa bahwa sebenarnya kita sedang berpura-pura.

*

Bagaimana mungkin aku bisa mengatakan aku percaya kepada Tuhan, beriman kepada Tuhan, kalau aku tak mulai dengan jujur?

Monday, August 25, 2008

Always Be My Baby? Hell No...

Saya lagi demen lagu Always Be My Baby yang dibawakan David Cook di final American Idol terakhir. Keren aja. Dan asik. Gara-garanya lagi dengerin HardRock FM, trus disiarin lagu ini. Wah, keren juga yah. Lalu saya donlot lagunya, dan diputar berulang-ulang. Jadinya, saya menemukan keganjilan dari isi lagu ini.

Dibilang, si cowo ga bakalan nangis. Ga bakalan ngerengek ketika ditinggal:

I ain't gonna cry no
And I won't beg you to stay
If you're determined to leave girl
I will not stand in your way
But inevitably you'll be back again
Cause ya know in your heart babe
Our love will never end no


Karena si cowo punya keyakinan kalau si cewe bakal balik lagi:

I know that you'll be back girl
When your days and your nights get a little bit colder oooohhh
I know that, you'll be right back
Ooooh! baby believe me it's only a matter of time


Tapi...
...Rasanya ga tepat aja deh. Karena, saya punya pengalaman diputus pacar(cewek pastinya). Saya yakin kalau dia adalah always be mine. Saya berharap dia akan balik lagi. Seperti dibagian ini:

We were as one babe
For a moment in time
And it seemed everlasting
That you would always be mine
Now you want to be free
So I'm letting you fly
Cause I know in my heart babe
Our love will never die, no


Eh, nyatanya tidak. Dia ga balik lagi. Diajak makan bareng pun juga ogah.

Jadi, lagu ini hanya tepat untuk menjadi penghiburan aja bagi cowo yang patah hati karena memang cewe, kalau sudah minta putus, pasti ogah balik lagi.

Saturday, August 23, 2008

Televisi Berbayar Pertamaku

Dari dulu, salah satu impian saya adalah memasang televisi berbayar. Kenapa? Karena saya sudah empet, eneg, bosen, bete, jemu dengan acara televisi lokal yang dipenuhi sintetron sampah, payah, ga masuk akal, tidak mendidik, aneh, ceritanya ngawur dan infotainment yang selebnya pada narsis, bodoh, tolol, berpikiran pendek, so ganteng, so homo(?), dan so so lainnya.

Akhirnya, pada hari senin kemarin, rumah saya dengan resmi telah terpasang Indovision! Yahoooo....

Loh, kok Indovision? Katanya penulis bola? Kenapa ga langganan Astro yang ada liga inggrisnya?

Oh, Astro sudah tidak ada lagi liga inggrisnya. Malang sekali nasibmu Astro. Dan itulah keberuntungan saya tidak ikut-ikutan memasang Astro ketika BPL dibajak oleh Astro. Saya menunggu jikalau bakal ada yang ga beres dengan siarannya. Dan ternyata benar! Siaran Liga Inggris pindah ke Aora TV.

Trus, kalau ga Astro, kenapa ga kabelvision? Khan ada internetnya juga.

Waduh. Mau main internet atau mau nonton? Mau istirahat atau mau kerja? Ketakutan saya kalau memasang internet dirumah adalah: saya akan lebih mudah untuk menyibukan diri kembali didepan internet. Dan hal itu sesuatu yang saya hindari demi keharmonisan rumah tangga saya (cie ileee...)

Tapi ini hanya opini saya. Saya tidak bermaksud mempromosikan Indovision adalah lebih baik dari yang lain. Bukan...(takut digebukin orang astro dan kabelvision). Saya hanya melihat tujuan saya memasang televisi berbayar adalah untuk santai, rileks dan... nonton Fashion TV Midnight Hot tentunya, huehehehe...

Tuesday, August 5, 2008

Kartu Kredit Permatabank Mulai Tidak Memuaskan

Dulu, ketika lagi tidak punya uang, kartu kredit ini sangat menolong hidup saya dengan fasilitas tarik tunainya. Biarpun bunganya besar, saya tidak peduli karena memang GBU, Gue Butuh Uang. Begitupun ketika berbelanja, saat tingkat bunganya masih bersaing, saya sering berbelanja menggunakan kartu kredit ini.

Sekarang, sebagai pemegang kartu kredit PermataBank, saya merasa sudah waktunya untuk menutup kartu kredit keluaran Bank Permata ini. Kenapa? Pertama, efektif 1 juli 2008 bunga retail menjadi 4,50%. Gila! Ini sih sudah ketinggian. Dibandingkan dengan kartu kredit Citibank, bunganya jauh lebih rendah. Citibank memberikan bunga retail sebesar 3.25%. Maka dari ituh, saya kalau belanja, terutama kalau ga punya uang, bakal menggunakan Citibank karena bunganya jelas lebih murah.

Kedua, pelayanan kartu kredit PermataBank sudah mengalami penurunan. Dulu, sehari sebelum jatuh tempo, saya pasti ditelpon. Berangsur-angsur, saya hanya ditelpon kalau sudah lewat jatuh tempo. Dan akhir-akhir ini, saya tidak pernah ditelpon dan membiarkan saya terkena denda Rp 50 ribu! Duh. Padahal uang 50 ribu bisa buat beli bakso 10 mangkok...

Ketiga, Kartu Kredit PermataBank tidak pernah ada hadiah. Citibank pernah sekali memberi saya voucher belanja di Carrefour sebesar 100 ribu. Padahal, saat itu saya lebih banyak menggunakan kartu kredit PermataBank.

Akhir kata, saya tidak akan pernah memakai kartu kredit permatabank. Kalau bisa, saya akan menutupnya dalam 2-3 bulan lagi (soalnya, takut dibutuhkan, hehe...)

***

Note: tulisan ini tidak ada kaitan dengan promosi Citibank atau apapun. Kebetulan saja punya citibank kartu kredit, karena tidak tahan godaan boneka gratisnya, maka saya iseng untuk membandingkan kartu kredit PermataBank dengan kartu kredit Citibank.

Thursday, July 31, 2008

Kenapa Pernikahan Disebut BAHTERA

Saya cukup terkejut mendapatkan sebuah komentar yang bergizi bermutu dari seorang blogger kondang nasional, Silly. Dia mengutarakan pandangan satu arahnya dengan saya tentang pernikahan. Berikut pendapatnya:

- - -
hmmm, saya sependapat dengan anda.

Kenapa pernikahan disebut BAHTERA (kapal), karena pernikahan dinahkodai oleh seorang yag bernama Suami, dan didampingi oleh seorang partner yang bernama istri, menjaga agar seluruh awak dalam bahtera tersebut TERJAMIN baik jasmani maupun rohaninya, sementara sang Nahkoda mempertahankan agar Bahtera ini bisa berlabuh mengarungi KERASNYA TERJANGAN OMBAK, BADAI dan ANGIN RIBUT YG MENGHADANG...

Karena pada dasarnya tidak ada lautan yg tidak bergelombang, tidak ada samudra yang tidak ada BADAI-nya... maka dibutuhkan kerjasama kedua belah pihak untuk mengantarkan bahtera ini sampai ke TUJUAN...

Satu lagi, ketika kita menikah, kita menjalin komitmen dengan Yang empunya kehidupan untuk menikah dengan pasangan kita once in a life time. Ketika komitment itu dilanggar.. Apakah kita bisa yakin kalau Komitment-NYA pada kita untuk menyediakan kehidupan kekal untuk kita kelak, pasti akan dipegang-NYA???...

Saya tidak bilang bahwa saya ini sangat setia, tidak juga... as a human being, sometimes people make mistakes... tapi ketika kita sudah menyerahkan semua sepenuhnya pada kendali-NYA... He, with his Invisible hands, will put us back to the right track... Asal kita sudah menyerahkan semua kendali hidup kita kepada-NYA.

Tugas kita cuma be faithful and be grateful. He will do the rest. Dan semua usaha pada akhirnya akan berbuah yang manis. Percaya deh. :)

- - -

Saya pikir, ini penting untuk dibaca buat yang sudah menikah, newly maupun lawas. Terlebih pada para artis-artis yang entah kenapa, mudah sekali mengucapkan kata cerai *kebanyakan nonton infotainment, hihihi...*