Thursday, August 7, 2008
Wednesday, August 6, 2008
Pelajaran Hari Ini
Hari ini saya belajar sesuatu yang penting dari kawan saya. Pas tadi lagi makan siang, teman saya bilang begini, "Kalau elu masih senang dengan kerjaan lo, mending lu ga usah pindah dulu."
Tambahnya lagi, "Gaji lo misalnya 3 juta. Trus elo mo pindah dengan gaji 4 juta. Tapi lu masih happy dikantor lu sekarang. Kalau menurut gue, mending elo tetep dikantor lu sekarang karena yang namanya happy di kantor susah didapat dimana-mana. Sedangkan jika elo pindah, dengan gaji lebih besar, yang pasti tuntutan kerjaan dari kantor baru lo pasti lebih besar dari yang sekarang. Dan lu dah ga bisa happy lagi seperti lu bekerja sekarang.
"Kecuali, lu ditawar orang bukan 4 juta, tapi dua kali lipatnya, mending lu langsung pindah, ga usah mikir lagi."
Sekarang, saya hanya bisa menerawang ke langit-langit sambil berpikir tentang perkataan teman saya saat makan siang. Apa yang bisa dipetik dari pelajaran tadi?
Ok, mungkin ini. Kesimpulan dari pelajaran hari ini adalah, mulai besok, kalau mau nego gaji, harus dua kali lipat dari sekarang.
Tambahnya lagi, "Gaji lo misalnya 3 juta. Trus elo mo pindah dengan gaji 4 juta. Tapi lu masih happy dikantor lu sekarang. Kalau menurut gue, mending elo tetep dikantor lu sekarang karena yang namanya happy di kantor susah didapat dimana-mana. Sedangkan jika elo pindah, dengan gaji lebih besar, yang pasti tuntutan kerjaan dari kantor baru lo pasti lebih besar dari yang sekarang. Dan lu dah ga bisa happy lagi seperti lu bekerja sekarang.
"Kecuali, lu ditawar orang bukan 4 juta, tapi dua kali lipatnya, mending lu langsung pindah, ga usah mikir lagi."
Sekarang, saya hanya bisa menerawang ke langit-langit sambil berpikir tentang perkataan teman saya saat makan siang. Apa yang bisa dipetik dari pelajaran tadi?
Ok, mungkin ini. Kesimpulan dari pelajaran hari ini adalah, mulai besok, kalau mau nego gaji, harus dua kali lipat dari sekarang.
5 Langkah Menggaet Resepsionis
Kalau anda bekerja di gedung-gedung tinggi, so pasti tiap hari anda akan bertemu yang namanya resepsionis ketika anda baru masuk pintu utama. Nah, daripada cuma sekedar lewat dan tidak dapat apa-apa, siapa tahu, resep berikut ini bisa membantu anda, khususnya para lelaki kesepian, untuk menggaet Resepsionis supaya bisa diajak kencan.
1.
Senyum. Setiap kali masuk gedung, dan langsung bertatapan dengan resepsionis, jangan sombong, jangan jual mahal, tapi tebarlah senyuman selebar-lebarnya kepada resepsionis yang anda incar.
2.
Sapa. Kalau belum dibalas senyuman, jangan menyerah. Terus beri senyuman. Sekiranya sudah dibalas, maka, langkah selanjutnya adalah menyapanya, "Selamat pagi", "Selamat Siang", "Selamat Idul Fitri", "Selamat Natal" dan selamat-selamat lainnya sesuai kebutuhan.
3.
Bertanya. Tidak ada salahnya sekali-sekali bertanya. Yang paling gampang adalah bertanya tenan yang menyewa. Langkahnya sebagai berikut. Baca daftar tenan di papan daftar penyewa gedung. Lalu dekati resepsionis dan tanya, "Mbak, kantor PT Angin Topan Badai di lantai berapa yah?" Pasti akan dijawab dan anda sudah mendapatkan sinyal yang bagus. Jangan bertanya kantor yang tidak ada di daftar tenan karena bisa membuat anda tidak bisa balik lagi.
4.
Rajin ambil brosur. Di meja resepsionis, sering sekali ada brosur-brosur yang boleh diambil. Nah, saat anda memungut dari kotak, baca sebentar dan tanya sebisanya ke resepsionis. Misal, brosur tentang restoran, tanyalah, "Mbak, restoran ini lantai berapa yah?" Padahal jelas tertera lantai berapanya sudah tercantum. Tapi, demi wanita impian, basa-basi adalah langkah mujarab walau norak.
5.
Langkah terakhir, jelas, ga ada yang lain, tanya nomor telpon selularnya. Kalaupun ditolak, tinggal ingat sebuah iklan rokok, "eL e Lait... enjoy ajaaa..."
Toh, resepsionis selalu gonta ganti kok.
Nah, itu sedikit resep dari saya. Bagaimana dengan pembaca yang memiliki pengalaman lebih paten? Bisa di share disini? ^_^
1.
Senyum. Setiap kali masuk gedung, dan langsung bertatapan dengan resepsionis, jangan sombong, jangan jual mahal, tapi tebarlah senyuman selebar-lebarnya kepada resepsionis yang anda incar.
2.
Sapa. Kalau belum dibalas senyuman, jangan menyerah. Terus beri senyuman. Sekiranya sudah dibalas, maka, langkah selanjutnya adalah menyapanya, "Selamat pagi", "Selamat Siang", "Selamat Idul Fitri", "Selamat Natal" dan selamat-selamat lainnya sesuai kebutuhan.
3.
Bertanya. Tidak ada salahnya sekali-sekali bertanya. Yang paling gampang adalah bertanya tenan yang menyewa. Langkahnya sebagai berikut. Baca daftar tenan di papan daftar penyewa gedung. Lalu dekati resepsionis dan tanya, "Mbak, kantor PT Angin Topan Badai di lantai berapa yah?" Pasti akan dijawab dan anda sudah mendapatkan sinyal yang bagus. Jangan bertanya kantor yang tidak ada di daftar tenan karena bisa membuat anda tidak bisa balik lagi.
4.
Rajin ambil brosur. Di meja resepsionis, sering sekali ada brosur-brosur yang boleh diambil. Nah, saat anda memungut dari kotak, baca sebentar dan tanya sebisanya ke resepsionis. Misal, brosur tentang restoran, tanyalah, "Mbak, restoran ini lantai berapa yah?" Padahal jelas tertera lantai berapanya sudah tercantum. Tapi, demi wanita impian, basa-basi adalah langkah mujarab walau norak.
5.
Langkah terakhir, jelas, ga ada yang lain, tanya nomor telpon selularnya. Kalaupun ditolak, tinggal ingat sebuah iklan rokok, "eL e Lait... enjoy ajaaa..."
Toh, resepsionis selalu gonta ganti kok.
Nah, itu sedikit resep dari saya. Bagaimana dengan pembaca yang memiliki pengalaman lebih paten? Bisa di share disini? ^_^
Tuesday, August 5, 2008
Kartu Kredit Permatabank Mulai Tidak Memuaskan
Dulu, ketika lagi tidak punya uang, kartu kredit ini sangat menolong hidup saya dengan fasilitas tarik tunainya. Biarpun bunganya besar, saya tidak peduli karena memang GBU, Gue Butuh Uang. Begitupun ketika berbelanja, saat tingkat bunganya masih bersaing, saya sering berbelanja menggunakan kartu kredit ini.
Sekarang, sebagai pemegang kartu kredit PermataBank, saya merasa sudah waktunya untuk menutup kartu kredit keluaran Bank Permata ini. Kenapa? Pertama, efektif 1 juli 2008 bunga retail menjadi 4,50%. Gila! Ini sih sudah ketinggian. Dibandingkan dengan kartu kredit Citibank, bunganya jauh lebih rendah. Citibank memberikan bunga retail sebesar 3.25%. Maka dari ituh, saya kalau belanja, terutama kalau ga punya uang, bakal menggunakan Citibank karena bunganya jelas lebih murah.
Kedua, pelayanan kartu kredit PermataBank sudah mengalami penurunan. Dulu, sehari sebelum jatuh tempo, saya pasti ditelpon. Berangsur-angsur, saya hanya ditelpon kalau sudah lewat jatuh tempo. Dan akhir-akhir ini, saya tidak pernah ditelpon dan membiarkan saya terkena denda Rp 50 ribu! Duh. Padahal uang 50 ribu bisa buat beli bakso 10 mangkok...
Ketiga, Kartu Kredit PermataBank tidak pernah ada hadiah. Citibank pernah sekali memberi saya voucher belanja di Carrefour sebesar 100 ribu. Padahal, saat itu saya lebih banyak menggunakan kartu kredit PermataBank.
Akhir kata, saya tidak akan pernah memakai kartu kredit permatabank. Kalau bisa, saya akan menutupnya dalam 2-3 bulan lagi (soalnya, takut dibutuhkan, hehe...)
***
Note: tulisan ini tidak ada kaitan dengan promosi Citibank atau apapun. Kebetulan saja punya citibank kartu kredit, karena tidak tahan godaan boneka gratisnya, maka saya iseng untuk membandingkan kartu kredit PermataBank dengan kartu kredit Citibank.
Sekarang, sebagai pemegang kartu kredit PermataBank, saya merasa sudah waktunya untuk menutup kartu kredit keluaran Bank Permata ini. Kenapa? Pertama, efektif 1 juli 2008 bunga retail menjadi 4,50%. Gila! Ini sih sudah ketinggian. Dibandingkan dengan kartu kredit Citibank, bunganya jauh lebih rendah. Citibank memberikan bunga retail sebesar 3.25%. Maka dari ituh, saya kalau belanja, terutama kalau ga punya uang, bakal menggunakan Citibank karena bunganya jelas lebih murah.
Kedua, pelayanan kartu kredit PermataBank sudah mengalami penurunan. Dulu, sehari sebelum jatuh tempo, saya pasti ditelpon. Berangsur-angsur, saya hanya ditelpon kalau sudah lewat jatuh tempo. Dan akhir-akhir ini, saya tidak pernah ditelpon dan membiarkan saya terkena denda Rp 50 ribu! Duh. Padahal uang 50 ribu bisa buat beli bakso 10 mangkok...
Ketiga, Kartu Kredit PermataBank tidak pernah ada hadiah. Citibank pernah sekali memberi saya voucher belanja di Carrefour sebesar 100 ribu. Padahal, saat itu saya lebih banyak menggunakan kartu kredit PermataBank.
Akhir kata, saya tidak akan pernah memakai kartu kredit permatabank. Kalau bisa, saya akan menutupnya dalam 2-3 bulan lagi (soalnya, takut dibutuhkan, hehe...)
***
Note: tulisan ini tidak ada kaitan dengan promosi Citibank atau apapun. Kebetulan saja punya citibank kartu kredit, karena tidak tahan godaan boneka gratisnya, maka saya iseng untuk membandingkan kartu kredit PermataBank dengan kartu kredit Citibank.
Bilangan Fu, Sensasional
Baru baca 96 halaman Bilangan Fu, saya sudah merasakan sensasi yang luar biasa dari buku ini. Pemilihan kata-kata yang variatif, semakin memberikan pelajaran pada saya untuk menggali kata-kata yang sangat banyak di khasana bahasa Indonesia. Padahal, ketika membelinya, saya tidak ada niatan untuk memilikinya. Hanya karena saat itu dirudung euforia sesaat akan sastra, saya membeli buku-buku sastra yang mungkin saja berbobot dibanding saya membeli novel 'asal'. Jadi, tanpa pertimbangan yang matang, dengan sedikit perhitungan karena memang lagi diskon, saya membeli buku karangan Ayu Utami berjudul Bilangan Fu.
Ketika membacanya, karena buku ini memakai sudut pandang pertama, saya selalu menganggap Yuda, tokoh utama dari buku ini sebagai perempuan, karena jelas, si pengarang adalah perempuan. Tapi saat sadar, dari keterhanyutan akan bagusnya novel ini, saya kembali memfokuskan kalau tokoh yang saya baca adalah pria. Dari sini saya berpikir, seorang wanita, membuat kisah fiksi dari sudut pandang pria, benar benar luar biasa. Ayu Utami sungguh lihai.
Saya tidak akan bercerita panjang lebar lagi soal Bilangan Fu. Lebih baik anda membacanya, atau meminjam kalau tidak punya uang, berhubung mahal. Tapi kalau ogah keduanya, lebih baik baca ringkasannya di link-link ini:
Ketika membacanya, karena buku ini memakai sudut pandang pertama, saya selalu menganggap Yuda, tokoh utama dari buku ini sebagai perempuan, karena jelas, si pengarang adalah perempuan. Tapi saat sadar, dari keterhanyutan akan bagusnya novel ini, saya kembali memfokuskan kalau tokoh yang saya baca adalah pria. Dari sini saya berpikir, seorang wanita, membuat kisah fiksi dari sudut pandang pria, benar benar luar biasa. Ayu Utami sungguh lihai.
Saya tidak akan bercerita panjang lebar lagi soal Bilangan Fu. Lebih baik anda membacanya, atau meminjam kalau tidak punya uang, berhubung mahal. Tapi kalau ogah keduanya, lebih baik baca ringkasannya di link-link ini:
Sunday, August 3, 2008
Mengunjungi Blog = Undangan Untuk Menulis
+: eh, adi saya ada ide nih
+: saya berpikir untuk adi mampir ke rumah saya
+: maksudnya menulis di blog saya
+: rasanya kita bisa sesama blogger bisa saling tinggalin komen tapi hanya sebatas itu saja
-: eh, iya yah... bener2... ok aja sih. tentang apa pak?
+: terserah
-: ok deh... senin deh saya kirim tulisan
+: something yang mungkin adi tahu tentang saya, atau tentang bagaimana menjadi seorang "barry"
-: topik yang sulit
+: Sepertnya saling mengunjungi blog perlu didefinisikan sebagai undangan untuk menulis. bukan hanya meninggalkan komen atau membaca.
+: yah sudah. 100 percent tentang adi
-: tapi saya usahain pak... ditunggu senin... butuh inspirasi yang agak lama kalau itu sih
+: he-he
+: just be yourself
+: that's why i like your post
- - -
Maka, berdasarkan chat diatas, saya membuat sebuah tulisan, bukan tulisan sih, tapi comic strip, untuk menjadi blogger tamu di blog Pak Bary Chicago.
Silahkan melihat sebentar comic strip karya saya sebagai undangan untuk menulis oleh pak Bary disini.
+: saya berpikir untuk adi mampir ke rumah saya
+: maksudnya menulis di blog saya
+: rasanya kita bisa sesama blogger bisa saling tinggalin komen tapi hanya sebatas itu saja
-: eh, iya yah... bener2... ok aja sih. tentang apa pak?
+: terserah
-: ok deh... senin deh saya kirim tulisan
+: something yang mungkin adi tahu tentang saya, atau tentang bagaimana menjadi seorang "barry"
-: topik yang sulit
+: Sepertnya saling mengunjungi blog perlu didefinisikan sebagai undangan untuk menulis. bukan hanya meninggalkan komen atau membaca.
+: yah sudah. 100 percent tentang adi
-: tapi saya usahain pak... ditunggu senin... butuh inspirasi yang agak lama kalau itu sih
+: he-he
+: just be yourself
+: that's why i like your post
- - -
Maka, berdasarkan chat diatas, saya membuat sebuah tulisan, bukan tulisan sih, tapi comic strip, untuk menjadi blogger tamu di blog Pak Bary Chicago.
Silahkan melihat sebentar comic strip karya saya sebagai undangan untuk menulis oleh pak Bary disini.
Subscribe to:
Posts (Atom)

