Sunday, September 7, 2008

Interview Bola Online dengan Tukang Ketik (Oleh Tukang Ketik)

Di Bolanova.com, blog bola yang ngaku-ngaku ngetop tapi ga laku, saya sering banget bikin tulisan wawancara online. contohnya bisa dilihat dibeberapa link ini:
Tujuannya, tidak lain tidak bukan untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan bola para pembaca bolanova ataupun anggota aktif di milis-milis bola. Ternyata, setelah dilakukan wawancara, memang pengetahuan tentang bolanya cukup tinggi. Jadi wajar kalau ada yang bilang, orang Indonesia cuma jago jadi komentator doang, ga jago dilapangan. Karena memang pinter-pinter kalau ngomongin bola.

Lalu, bagaimana dengan saya sendiri? Apakah saya pinter juga soal bola? Karena itu, untuk mengetahui seberapa dangkal pengetahuan saya tentang bola, berikut interview bola dari saya dan oleh saya sendiri:

Siapa 3 pemain bola paling favorit?

Roberto Carlos. Berhubung saya seorang kidal, maka pemain yang satu ini selalu saya perhatikan gerak-geriknya yang nantinya akan saya peragakan dilapangan bola.

Zinadine Zidane. Tidak ada yang bisa meragukan kehebatan pemain yang satu ini. Dia sangat hebat ketika mengatur serangan. Kontrol bola yang sempurna, pantaslah Perancis mencapai final piala dunia hingga 2 kali.

Steve MacManaman. Permainannya sungguh enak dilihat. Cepat. Driblingnya sempurna. Dan yang pasti, tidak arogan.

Siapa pemain bola paling dibenci tapi dikagumi?

Cristiano Ronaldo. Dia bermain sungguh luar biasa. Tapi, sikapnya yang arogan bikin eneg melihatnya.

Klub bola paling disukai?

Real Madrid. Saya menyukai Real karena saya suka pada Steve MacManaman. Kemudian, masuknya Zidane menambah kecintaan saya pada Real. Real bermain bagus ketika ada Zidane. Tapi sial, kedatangan Bechkam langsung menenggelamkan Madrid kejurang tanpa gelar. Dan ketika Zidane keluar, barulah Real meraih gelar, gelar terakhir yang juga diberikan Beckham pada Real.

Bagaimana dengan Ronaldo?

Ronaldo adalah pemain yang brilian, tapi sayangnya, dia sudah tidak memiliki haus akan gelar. Yang ada dihatinya hanyalah uang.

Kalau negara, siapa yang difavoritkan?

Untuk negara, saya selalu memfavoritkan Indonesia. Tapi berhubung Indonesia sering kalah diajang internasional, jadi saya tidak bisa terus-terusan memfavoritkan Indonesia. Jadi, untuk negara yang sering difavoritkan ketika pertandingan Internasional, jawabannya hanya satu: Italia.


***
Ya, itulah hasil wawancara oleh saya dan dijawab oleh saya juga. Semoga tulisan ini tidak bermanfaat bagi anda.

Friday, September 5, 2008

Novel Blakanis Oleh Arswendo Atmowiloto

Sebelumnya, saya sudah menyinggung sedikit tentang buku Blakanis karangan Arswendo Atmowiloto ditulisan Jujur. Jika anda sudah membelinya, jangan berharap anda akan menemukan ketegangan-ketegangan seperti dinovel-novel pop pada umumnya. Blakanis tidak memberi kita hiburan. Novel ini berupaya untuk membuat kita merenung, apakah selama ini kita sudah jujur. Kalau belum, ya, dimulai dari sekarang. Kalau tidak, kembali ke anda lagi. Apa motivasi hidup anda.

Diawal, buku ini sangat enak dibaca. Penuturannya seperti seorang sastrawan sedeng yang meracau tidak karuan tapi terarah. Penggunaan tata bahasanya yang seenaknya, menjadikan buku ini bukan buku yang pantas untuk ditelaah secara ilmiah oleh peneliti sastra karena tidak ada nilai lebih. Tapi secara kandungan, buku ini sangat penuh dengan ajaran tentang (lagi-lagi) kejujuran. Mungkin Arswendo ingin mengetuk para pemimpin negara ini untuk hidup blaka alias terbuka dan jujur, sehingga kedamaian dibumi bisa tercipta dan terjaga hingga akhir hayat.

Buku ini juga mengajarkan kepada kita untuk mampu bersabar terhadap yang namanya rangsangan. Sedikit disinggung kisah Sangkuriang, seorang ibu muda yang didekati brondong, dan hampir saja mereka menyatu dalam kenikmatan. Tapi oleh sang pengarang, dibuat tidak terjadi apa-apa walaupun penuturannya sangat diharapkan oleh pembaca untuk terjadi satu menyatu dari balik pintu.

Penuturan yang diambil oleh Arswendo terhadap sang tokoh utama, Ki Blaka, seperti penuturan Yesus Kristus di Injil. Terbagi-bagi kedalam beberapa bagian, dan masing-masing bagian menceritakan awal dari dimulainya Blaka hingga akhir dari kehidupan Blaka yang meledak diatas helicopter. Dan pada bagian 2/3 terakhir, dikisahkan penuturan-penuturan pendek beberapa pengikut Ki Blaka yang kalau dipikir-pikir, juga mirip dengan beberapa kitab diakhir perjanjian baru yang pendek-pendek, tapi juga menceritakan kisah Yesus Kristus sendiri.

***

Buat yang ingin tahu lebih banyak tentang Desa Blakan, silahkan baca resensi dibawah ini:

Thursday, September 4, 2008

Damai Di Blog, Damai Di Hati

Tujuan agama adalah untuk mencari kedamaian. Mendapatkan kedamaian. Menciptakan kedamaian. Jikalau kedamaian itu dilecehkan, dihancurkan, dirusak, yang pasti, kita akan merasa tidak nyaman, geuleuh, tidak tentram dan tidak tidak lainnya.

Membaca blog ini: mantanmuslim.blogspot.com , membuat saya jadi merasa geuleuh, merasa tidak nyaman. Sejarah bukan digunakan untuk memutarbalikan kedamaian. Jikalau memang benar, itu terserah yang mempersepsikannya. Tapi harapan kita, sebagai umat manusia, janganlah yang jelek-jelek, yang melecehkan, yang bisa merusak kedaimaian itu disebarkan buat publik. Simpan saja didalam hati karena kedamaian yang sudah berjalan, jangan dirusak lagi, ga enak rasanya.

***

Update: Blog yang tertera diatas, sudah dipenggal alias diblock oleh Blogspot per 10 september.

Wednesday, September 3, 2008

Google Chrome

Google Chrome datang dan membuat heboh seluruh blogger. Blogosphere hampir dipenuhi dengan tulisan tentang Google Chrome.

Heran? Kalau saya sih ga heran. Memang sudah kerjaannya pegawai google untuk menciptakan aplikasi-aplikasi aneh nan unggul karena pet projectnya itu( 20% jatah kerja karyawan google untuk bikin projek sendiri yang kalau bagus, manajemen Google setuju, lalu diluncurkan ke publik).

Tapi yang bikin saya heran adalah yang satu ini:


Bisa-bisanya ada orang IT lokal begitu antusias dengan browser besutan Google ini sampai dibikin komunitasnya segala. Peluncurannya berbarengan pulak dengan peluncuran Google Chrome. Padahal belum tentu browser ini sukses menggeser Firefox dan Internet Explorer.

Thursday, August 28, 2008

Jujur



Kalau lihat foto ini, pasti kita akan berpikir, "Ah... Itu sih gampang. Gue juga bisa."

Kira-kira bisa apa yah? Bisa karena memang kita jujur? Atau bisa karena kita bisa berpura-pura jujur?

Sebetulnya, syarat calon karyawan adalah jujur, itu tidak cuma buat SPG, tapi semua. Jadi, kalau ada iklan lowongan,
DICARI
PROGRAMER, SYARAT:
JUJUR
TANGGUNG JAWAB

Pasti akan sedikit calon pegawai yang terseleksi. Karena yang ada pasti pura-pura jujur, ngaku jujur padahal setengah ngibul. Bisa bahasa Phyton, memang bisa, tapi cuma bikin perintah untuk mencetak "Hello world" saja. Giliran disuruh implementasikan sebuah algoritma ke bahasa Phyton, belum tentu bisa. Padahal di CV tertulis,
Capable of: Phyton, Perl, Ruby, C# and so on and so on and so on...

Begitupun dengan mencari sosok pimpinan yang ideal. Menurut polling majalah SWA, sosok pemimpin yang dibutuhkan oleh anak buahnya, bukanlah intelejensia, ahli mempimpin, ataupun dekat dengan karyawan, bukan. Nomor satu yang diinginkan dari anak buah terhadap pimpinannya adalah: JUJUR.

Banyak cerita dimana orang-orang sering pura-pura jujur atau tidak jujur ketika mencari pekerjaan. Bahkan ada orang yang mengaku ketika diwawancara, "saya bisa dan mengerti keuangan". Tapi, setelah diterima, langsung ngaku, "Pak, maaf, saya sebetulnya tidak bisa keuangan. Eee... Bisa sih, tapi bisa sedikit. Karena itu, saya minta 2-3 bulan untuk mempelajarinya." Gubrak! Alasannya dia tidak jujur adalah kalau sudah keterima, ngaku bukan masalah, karena ga bakal ditendang mengingat bagi perusahaan untuk cari orang lagi adalah tidak gampang dan tidak murah.

Ngomong-ngomong soal jujur ataupun pura-pura jujur, buku BLAKANIS karangan Arswendo Atmowiloto sangat bagus untuk dibaca. Topik utamanya soal kejujuran.

Saya akan mengetik ulang alias mengutip kata-kata yang ada dibuku BLAKANIS halaman 93-94 tentang kejujuran:

MUSUH UTAMA KEJUJURAN BUKANLAH KEBOHONGAN, MELAINKAN KEPURA-PURAAN. BAIK PURA-PURA JUJUR ATAU PURA-PURA BOHONG.

*

Kira-kira, dengan berpura-pura jujur, kita mengingkari kejujuran. Kalau kita bohong, kita bisa meralatnya ketika kita di blaka. Tapi ketika kita berpura-pura, kita lupa bahwa sebenarnya kita sedang berpura-pura.

*

Bagaimana mungkin aku bisa mengatakan aku percaya kepada Tuhan, beriman kepada Tuhan, kalau aku tak mulai dengan jujur?

Wednesday, August 27, 2008

Belajar Jadi Bos Yang Baik

Hari ini saya belajar satu lagi dari seorang teman. Belajar untuk menjadi bos yang baik dan bijaksana.

Dia cerita kalau temannya, anggaplah si X, keluar dari kantor gara-gara hal sederhana. Dalam sebuah obrolan antara si X dengan bos si X, si bos berkata, "Ah, elu kahn dah berumur. Lu ga bakalan keluar dari sini lah." Obrolan ini dipicu oleh keadaan kantornya yang banyak karyawannya mengajukan pengunduran diri.

Entah angin apa, si X mungkin tidak terima dengan pernyataan tersebut, tidak lama kemudian, si X keluar dari kantornya.

Terkadang, jadi bos itu memang bisa ngomong seenaknya. Tapi, kalau keenakan bisa-bisa kebablasan yang berakibat si objek penderita tidak terima. Yang rugi? Si Bos sendiri karena karyawannya OUT. Kalau sudah OUT, terpaksa harus cari karyawan baru yang juga menjadi pengeluaran baru untuk training, inisiasi pekerjaan dan lain-lain.

By the way, kenapa saya belajar menjadi bos? Emang sudah mau keluar dari tempat sekarang dan membuat kantor sendiri? Jelas belum, karena hingga hari ini bos saya kalau ngobrol selalu baik-baik. Jadi belum ada pemicu untuk keluar dan mendirikan perusahaan sendiri. Padahal keinginan untuk mendirikan perusahaan sendiri sudah ada dari dahulu.

Tuesday, August 26, 2008

Berniat Pakai Lantai Kayu? Ntar Dulu...

Anda berniat untuk memakai lantai kayu supaya lebih terasa alami didalam rumah? Mungkin harus dipikirkan kembali karena saya baru saja menemukan kekurangan dari lantai kayu: Gampang rusak kalau tergenang air.



Kebetulan, dikantor saya, baru saja terjadi kerusakan lantai kantor yang lumayan bikin garuk-garuk kepala. Dulu saya mengimpikan kalau rumah saya nanti bakal memakai lantai kayu karena terasa adem dan indah. Tapi, ketika melihat lantai kantor yang rusak akibat tergenang air dari kerusakan dispenser yang bocor, saya jadi bingung atas impian saya itu.

Tapi ga mengapa. Tidak perlu menyesal. Karena sebenarnya... Lantai kayu itu lebih mahal dari keramik.