Sunday, November 30, 2008
Friday, November 28, 2008
Penyakit Ibukota dan Sekitarnya
Ada berita menarik dari Okezone.com yang mencerminkan penyakit ibukota dan sekitarnya:
Coba perhatikan bagian terakhir, "Meski demikian, dia berharap ada uang ganti rugi."
Seandainya saya jadi aparat pemerintah, dengan lantang saya akan jawab, "Enak aje lu! Dah melanggar, malah minta ganti rugi."
Tapi kalau dibalas, "Yeee... Sapa suruh ga ngelarang gue waktu ngebangun nih kios, sekarang dah jadi permanen, lu sewot..."
Bingung? Itulah penyakit ibukota dan sekitarnya. Membiarkan orang-orang membangun bangunan dikawasan yang bukan miliknya, tapi didiamkan oleh pemerintah. Dan ketika kawasan itu sudah penuh dan mengganggu, barulah pemerintah melek dan sewot.
*fiuuhh...*
"Kios permanen tersebut dibongkar lantaran melanggar UU Irigasi Nomor 7 Tahun 2004 dan Perda Nomor 14 Tahun 2001 tentang Ketertiban Umum," tandasnya di sela-sela pembongkaran, Jumat (28/11/2008).
Berdirinya bangunan di wilayah telarang ini, kata Agus, menyebabakan peyempitan dan pendangkalan kali yang berakibat terjadinya banjir.
Pemilik kios, Eli Solihat, mengakui salah karena sudah mendirikan bangunan di lokasi yang bukan peruntukannya. Meski demikian, dia berharap ada uang ganti rugi.
Coba perhatikan bagian terakhir, "Meski demikian, dia berharap ada uang ganti rugi."
Seandainya saya jadi aparat pemerintah, dengan lantang saya akan jawab, "Enak aje lu! Dah melanggar, malah minta ganti rugi."
Tapi kalau dibalas, "Yeee... Sapa suruh ga ngelarang gue waktu ngebangun nih kios, sekarang dah jadi permanen, lu sewot..."
Bingung? Itulah penyakit ibukota dan sekitarnya. Membiarkan orang-orang membangun bangunan dikawasan yang bukan miliknya, tapi didiamkan oleh pemerintah. Dan ketika kawasan itu sudah penuh dan mengganggu, barulah pemerintah melek dan sewot.
*fiuuhh...*
Wednesday, November 26, 2008
Ngeblog Yuk...
Baca tulisan ini: Behind Pestablogger 2008 (1), lucu juga. Lucu karena apa yang dituliskan oleh pemilik Blog, adalah santapan saya sehari-hari. Pengakuannya soal bus merah Metromini, adalah lawan motor saya sehari-hari:
Tulisan ini jadi menarik perhatian saya karena, kok ga pernah kepikiran untuk menuliskan hal-hal remeh tentang kota saya sendiri? Kenapa saya harus terfokus untuk menulis yang aneh-aneh, rumit-rumit, lucu-lucu, which is dapetin ilhamnya susah banget. Padahal, bahan ngeblog itu ternyata terpampang dimana-mana.
Saya sering ketemu teman yang bilang, "Duh, kok mau ngeblog aja sulit yah..." Ternyata, seperti yang baru saya sadari ini, ngeblog itu ga sulit. Apa yang ada didepan mata itu bisa ditulis. Memang sih bisa dianggap basi, tapi itu pendapat orang yang dekat dengan kita yang mengetahui kondisi lingkungan kita sehari-hari, bukan orang lain yang tinggal nun jauh disana. Seperti orang Surabaya tadi :)
Jadi, seperti lagu perjuangan 45: yo ayooo ngeblog kembali....
Diantara semua hal yang terdokumentasi di blog biru ini, mungkin aksi kebut-kebutan ala Formula-1 atau Rally saat menumpang di metromini menjadi hal yang paling terkenang.
Bagaimana tidak, kerjasama kernet dan supir metromini dalam membelah jalanan jakarta nyaris bisa disamakan dengan sopir mobil balap Rally dengan seorang navigatornya untuk menaklukkan jalur balap rally yang penuh tikungan. Potong kiri selip kanan, kebut sana kebut sini menjadi makanan wajib dan hiburan penumpang metromini setiap hari.
Tulisan ini jadi menarik perhatian saya karena, kok ga pernah kepikiran untuk menuliskan hal-hal remeh tentang kota saya sendiri? Kenapa saya harus terfokus untuk menulis yang aneh-aneh, rumit-rumit, lucu-lucu, which is dapetin ilhamnya susah banget. Padahal, bahan ngeblog itu ternyata terpampang dimana-mana.
Saya sering ketemu teman yang bilang, "Duh, kok mau ngeblog aja sulit yah..." Ternyata, seperti yang baru saya sadari ini, ngeblog itu ga sulit. Apa yang ada didepan mata itu bisa ditulis. Memang sih bisa dianggap basi, tapi itu pendapat orang yang dekat dengan kita yang mengetahui kondisi lingkungan kita sehari-hari, bukan orang lain yang tinggal nun jauh disana. Seperti orang Surabaya tadi :)
Jadi, seperti lagu perjuangan 45: yo ayooo ngeblog kembali....
Tuesday, November 25, 2008
Mencari dan Memilih Kontrakan Rumah Tinggal
Mencari dan Memilih Kontrakan Rumah ternyata tidak seperti membalikkan telapak tangan. Capek dan repot. Beberapa waktu yang lalu, saya berkeliling 3-4 keluarahan dekat rumah untuk mencari kontrakan baru. Setelah berkeliling-bertanya-bertanya-dan-bertanya, ada beberapa pengalaman yang mungkin bisa saya berikan kepada pembaca agar dalam mencari kontrakan rumah tidak buang-buang waktu maupun tertipu.
Perantara
Kalau kita sering jumpai papan penawaran didepan rumah dengan bunyi, "Dijual, TP" Artinya rumah itu dijual Tanpa Perantara. Nah, peran perantara ini sebenarnya penting, supaya kita ga perlu capek-capek keliling puluhan keluarahan untuk mendapati kontrakan yang diinginkan. Peran perantara sangat penting karena kita langsung diberi tahu rumah mana yang dikontrakan. Jadi, tinggal telpon sang perantara, jemput dilokasi yang dijanjikan, kita bisa menuju lokasi kontrakan yang sudah dibicarakan. Terus, kalau ada pesan didepan rumah, "Dikontrakan, TP", artinya, anda lah yang harus dengan sukarela memberikan uang komisi kepada perantara.
Banjir
Untuk mendapatkan kontrakan, sering sekali susah menerka apakah perumahan ini banjir atau tidak. Dan yang punya kontrakanpun, tidak serta merta mengatakan, "Rumah ini banjir loh..." Tidak. Masak pedagang memamerkan kejelekan produknya, pasti tidak laku dong. So, Supaya mudah menentukan apakah perumahan itu banjir atau tidak, kita bisa menerkanya dari garis bekas banjir. Untuk mencari garis tersebut, kita bisa telusuri ke garasi/pagar/pagar tetangga/wilayah-wilayah yang tidak bisa ditutupi oleh sipemilik rumah kontrakan.
Tanya satpam/petugas keamanan komplek
Kalau kita menginginkan rumah kontrakan didaerah yang "sehat", yang pasti wilayah rumah kontrakan yang dicari adalah komplek atau perumahan. Lalu, jika kita tidak mau menggunakan jasa Perantara, atau mungkin kita memang tidak punya kenalan perantara, maka untuk mendapatkan rumah kontrakan yang diinginkan, kita bisa berkeliling Jakarta mencari perumahan-perumahan dan langsung menghampiri satpam/petugas keamanan komplek untuk ditanyai, "Pak, disini ada rumah yang dikontrakan tidak?"
Pertama, kalau perumahan itu sudah ada satpamnya, maka perumahan itu bisa dikategorikan daerah yang "sehat". Setidaknya sudah aman dari preman dan narkoba.
Kedua, dengan bertanya, kita tidak perlu capek-capek keliling plus buang bensin. Selain itu, biasanya satpam akan memberi tahu kalau ada rumah yang dikontrakan, karena sang petugas ini pasti senang, ibarat mendapat durian runtuh alias jadi perantara dadakan. Dia akan mendapat komisi dari si pemilik rumah jika kita jadi mengontrak rumah.
Naik motor
Kalau kita tidak menggunakan jasa perantara, dan kita ingin mencari sendiri, ada baiknya naik motor saja, jangan naik mobil. Jika membawa motor, untuk berputar 180 derajat akan lebih mudah kalau kebetulan kita melihat sekilas papan pengumuman rumah yang dikontrakan, tapi motor kita sudah melaju dengan kencang. Tidak perlu repot-repot mundur, kita tinggal memutar motor dan langsung menuju TKP.
Cari di internet
Nah, ini bagi anda yang malas keluar rumah, sebetulnya bisa googling juga sih. Tapi sayangnya, rumah kontrakan yang ditawarkan melalui internet cenderung yang mahal-mahal. Tapi perkara mahal, itu relatif. Bagi saya mahal, mungkin bagi anda tidak. Jadi, tergantung sipemilik dompet.
Jangan pergi sendiri
Jika anda berniat mencari kontrakan sendirian, sebaiknya diurungkan niat tersebut, karena keputusan mengontrak rumah adalah keputusan yang harus dimufakati bersama, tidak bisa main tunjuk sendiri. Masalahnya, ngontrak rumah di Jakarta tergolong mahal. Kalau anda sudah sreg, belum tentu pasangan anda suka atau sreg. Jadi, kalau mencari kontrakan, sebaiknya ajak pasangan anda.
Perantara
Kalau kita sering jumpai papan penawaran didepan rumah dengan bunyi, "Dijual, TP" Artinya rumah itu dijual Tanpa Perantara. Nah, peran perantara ini sebenarnya penting, supaya kita ga perlu capek-capek keliling puluhan keluarahan untuk mendapati kontrakan yang diinginkan. Peran perantara sangat penting karena kita langsung diberi tahu rumah mana yang dikontrakan. Jadi, tinggal telpon sang perantara, jemput dilokasi yang dijanjikan, kita bisa menuju lokasi kontrakan yang sudah dibicarakan. Terus, kalau ada pesan didepan rumah, "Dikontrakan, TP", artinya, anda lah yang harus dengan sukarela memberikan uang komisi kepada perantara.
Banjir
Untuk mendapatkan kontrakan, sering sekali susah menerka apakah perumahan ini banjir atau tidak. Dan yang punya kontrakanpun, tidak serta merta mengatakan, "Rumah ini banjir loh..." Tidak. Masak pedagang memamerkan kejelekan produknya, pasti tidak laku dong. So, Supaya mudah menentukan apakah perumahan itu banjir atau tidak, kita bisa menerkanya dari garis bekas banjir. Untuk mencari garis tersebut, kita bisa telusuri ke garasi/pagar/pagar tetangga/wilayah-wilayah yang tidak bisa ditutupi oleh sipemilik rumah kontrakan.
Tanya satpam/petugas keamanan komplek
Kalau kita menginginkan rumah kontrakan didaerah yang "sehat", yang pasti wilayah rumah kontrakan yang dicari adalah komplek atau perumahan. Lalu, jika kita tidak mau menggunakan jasa Perantara, atau mungkin kita memang tidak punya kenalan perantara, maka untuk mendapatkan rumah kontrakan yang diinginkan, kita bisa berkeliling Jakarta mencari perumahan-perumahan dan langsung menghampiri satpam/petugas keamanan komplek untuk ditanyai, "Pak, disini ada rumah yang dikontrakan tidak?"
Pertama, kalau perumahan itu sudah ada satpamnya, maka perumahan itu bisa dikategorikan daerah yang "sehat". Setidaknya sudah aman dari preman dan narkoba.
Kedua, dengan bertanya, kita tidak perlu capek-capek keliling plus buang bensin. Selain itu, biasanya satpam akan memberi tahu kalau ada rumah yang dikontrakan, karena sang petugas ini pasti senang, ibarat mendapat durian runtuh alias jadi perantara dadakan. Dia akan mendapat komisi dari si pemilik rumah jika kita jadi mengontrak rumah.
Naik motor
Kalau kita tidak menggunakan jasa perantara, dan kita ingin mencari sendiri, ada baiknya naik motor saja, jangan naik mobil. Jika membawa motor, untuk berputar 180 derajat akan lebih mudah kalau kebetulan kita melihat sekilas papan pengumuman rumah yang dikontrakan, tapi motor kita sudah melaju dengan kencang. Tidak perlu repot-repot mundur, kita tinggal memutar motor dan langsung menuju TKP.
Cari di internet
Nah, ini bagi anda yang malas keluar rumah, sebetulnya bisa googling juga sih. Tapi sayangnya, rumah kontrakan yang ditawarkan melalui internet cenderung yang mahal-mahal. Tapi perkara mahal, itu relatif. Bagi saya mahal, mungkin bagi anda tidak. Jadi, tergantung sipemilik dompet.
Jangan pergi sendiri
Jika anda berniat mencari kontrakan sendirian, sebaiknya diurungkan niat tersebut, karena keputusan mengontrak rumah adalah keputusan yang harus dimufakati bersama, tidak bisa main tunjuk sendiri. Masalahnya, ngontrak rumah di Jakarta tergolong mahal. Kalau anda sudah sreg, belum tentu pasangan anda suka atau sreg. Jadi, kalau mencari kontrakan, sebaiknya ajak pasangan anda.
Monday, November 24, 2008
Pesta Blogger 2008, Luar Biasa...
Ada beberapa sisi menarik dari Pesta Blogger 2008 kali ini.
1. Rela dateng jauh-jauh.
Ya. Blogger ini rela datang dari Lampung, bahkan hanya mengendarakan sepeda motor untuk menghadiri Pesta blogger 2008:
Tujuan PB2008 adalah blogger for society. Dan ada satu komunitas yang saya baru tahu, ternyata ada komunitas blogger detik dan mereka hadir di PB2008.
Pesta blogger ternyata juga dimanfaatkan buat kopdar komunitas. Seperti para blogger dari semarang dan Komunitas Blogger Surabaya ini:
Ga cuma pernikahan yang harus ada acara pengantar macam Bachelor Party, pestablogger juga ada, namanya muktamar blogger di bundaran HI.
Ga cuma koran atau portal berita, radio pun ikut membuat beritanya.
1. Rela dateng jauh-jauh.
Ya. Blogger ini rela datang dari Lampung, bahkan hanya mengendarakan sepeda motor untuk menghadiri Pesta blogger 2008:
Saya berangkat ke Jakarta mengendari sepeda motor menempuh +/- 226 Km dari Bandarlampung untuk menghadiri Pestablogger 2008. Sisa perjalanan berikutnya dilanjutkan oleh pak supir kapal (nahkoda) penyeberangan Bakauheni-Merak.Ga cuma dari Lampung, dari kalimantan pun ada:
Tadi saya baca berita diintra tentang pelepasan peserta Pesta Blogger 2008 �Borneo Blogger Community� Kalbar yang akan bertolak ke Jakarta, acara pelepasan itu dilaksanakan kemarin.2. Bermunculannya komunitas-komunitas blog.
Tujuan PB2008 adalah blogger for society. Dan ada satu komunitas yang saya baru tahu, ternyata ada komunitas blogger detik dan mereka hadir di PB2008.
Seribuan Blogger Indonesia kumpul di Jakarta untuk acara Pesta Blogger 2008. Member Blogdetik tentunya tak mau ketinggalan. Walau berdomisili di Bandung ataupun Ponorogo acara kumpul-kumpul ini tetap mereka sambangi.3. Sambil menyelam, makan-makan.
Pesta blogger ternyata juga dimanfaatkan buat kopdar komunitas. Seperti para blogger dari semarang dan Komunitas Blogger Surabaya ini:
Semarang:
sebelum acara puncak Pesta Blogger 2008, kami para blogger dari Semarang sebelumnya menyelenggarakan kopdar sendiri. Tempatnya.. lagi-lagi itu itu lagi.. Sky Dining Plaza Semanggi. Tapi memang asyik tempatnya. :-)
Surabaya:4. PestaBlogger Pre Party
8 The Heroes ( sapaan akrab anggota Komunitas Blogger Surabaya | Tugu Pahlawan ) ikut ambil bagian dalam pesta blogger 2008 ini. Dengan menggunakan Kertajaya maupun Gumarang, para blogger dari Surabaya bersemangat untuk hadir.
Ga cuma pernikahan yang harus ada acara pengantar macam Bachelor Party, pestablogger juga ada, namanya muktamar blogger di bundaran HI.
muktamar vs pesta blogger 2008. 11.24.08 - 12:50pm. dua event dilaksanakan para blogger. jumat malam tanggal 21 november ada muktamar blogger di bundaran hotel indonesia. esoknya pesta blogger dihelat di gedung bppt.5. Liputan.
Ga cuma koran atau portal berita, radio pun ikut membuat beritanya.
Perhelatan Pesta Blogger 2008 diadakan di Jakarta, Sabtu (22/11) sudah terselenggara. Nike F Andaru, Sekretaris Wongkito.net menceritakan langsung dari Jakarta untuk Trijaya FM Palembang tentang perhelatan akbar tersebut.Luar biasa...
Saturday, November 22, 2008
Kawinan Batak
Hari ini saya babat dengan menghadiri pernikahan abang keluarga
Simanjuntak saya. Pagi dilalui pemberkatan di gereja. Siangnya total
dilalui di balai hermina, Mampang.
Simanjuntak saya. Pagi dilalui pemberkatan di gereja. Siangnya total
dilalui di balai hermina, Mampang.
Sedikit catatan menarik:
1. Pusing lihat kerbau panggang. Jeroannya berurai, buntut + bokongnya
juga dipamerin, sebuah pengalaman yang sulit dilupakan.
2. Gak heran kalau pemilik rokok gudang garam jadi orang terkaya
Indonesia. Salah satu jamuan ke tamu adalah sebungkus Gudang Garam.
3. Lagu 'Anak Medan' ternyata enak juga buat joget.
4. Gak heran orang Batak panjang umur, tiap kawinan pasti joget...
Beda banget sama kawinan Jawa.
5. Selain joget2, tamu yang hadir disuguhi juga kacang+Bir, wuih!
Nikmat tenaaa...n
--
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com
Friday, November 21, 2008
Kontes menulis Bolanova 4
Buat pembaca yang punya uneg2 soal bola sepak nasional. Atau opini
soal liga inggris.
Atau testimonial klub kebanggaan,
Jangan ragu untuk ambil bagian dalam kontes menulis Bolanova 4.
soal liga inggris.
Atau testimonial klub kebanggaan,
Jangan ragu untuk ambil bagian dalam kontes menulis Bolanova 4.
Info Selengkapnya bisa baca di www.bolanova.com .
Hadiahnya tidak seberapa, tapi
lumayan lah...
--
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
