Showing posts with label Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Jakarta. Show all posts

Monday, September 9, 2013

Wartawan dan kamera digital

Tadi siang saya menghadiri acara launching produk baru dari ANDAL SOFTWARE di hotel Crowne Jakarta. Acara launching berlangsung biasa saja sama seperti acara launching produk lain. Yang menarik pada acara tadi, bukan softwarenya, bagi saya yang menarik adalah wartawan yang meliput.

Maksud?

Ya. Wartawan sekarang sudah tidak menggunakan kamera2 besar atau SLR lagi saat meliput. Mereka hanya menggunakan kamera digital biasa atau tablet atau hp smartphone. Ya... betulan!

Saya tanya salah satu wartawan kenapa tidak bawa SLR, jawabannya simpel: berat.

Monday, June 10, 2013

Thursday, June 6, 2013

Monday, April 22, 2013

Polisi dan penipu via sms

Modus penipuan semakin kreatif. Berbekal nomor hp dan situs blog gratisan, penipu melancarkan aksinya kemana-mana.

Hingga saat ini, saya tidak tahu harus melapor kemana jika mendapatkan sms penipuan ini. Sepertinya polisi menganggap sepele soal penipuan berkedok hadiah. Polisi cuma menyarankan warga untuk berhati-hati saja. Tidak bertindak mencari sampai mendapatkan akar penjahatnya. Hal ini terlihat dengan jarangnya pemberitaan penangkapan penipu via sms. Padahal, mereka juga sudah sangat meresahkan.

Pak polisi... pak polisi...

Tolong dibantu untuk menangkapi para penipu ini.

Saturday, April 20, 2013

Pasar Kramat Jati, penantang kesabaran

Om saya bilang, kalau lewat pasar Kramat Jati, ya udah... pasrah saja. Pasrah soal macetnya.

Bertahun-tahun, soal macet dikawasan ini tidak ada solusi. Pedagang yang jualan dipinggir jalan seperti berkuasa penuh. Pembeli juga tidak perduli pada pengendara yang terhambat.

Mudah2an, pak Jokowi ada solusi untuk jalur penantang kesabaran ini.

Friday, April 19, 2013

Profesi ringan, duit lumayan: jaga pintu kereta ilegal

Hampir setiap hari, saat berangkat dan pulang kerja, saya melewati pintu kereta ilegal yang dijaga masyarakat setempat. Setiap lewat, saya suka mengintip ember cat yang berisi duit, ada banyak atau tidak. Kalau tidak, nantinya saya akan kasih. Tapi ternyata, ember catnya selalu terisi penuh.

Menjaga pintu kereta saja bisa menghasilkan duit yang ok. Saya jadi berpikir, cari duit itu sebetulnya tidak susah. Asal ada ide, eksekusi, rawat, beres deh...

Tapi untuk urusan pintu kereta, memang perlu beking. Dipintu kereta rawa bebek, pulo gebang ini, tertancap bendera FBR.

Monday, April 8, 2013

Foto dengan warna yang lebih dominan di mata

Apa yang menarik dari foto dibawah ini? Kelihatannya tidak ada. Tapi sebetulnya ada. Jendela aktual, tidak sebiru aslinya.

Loh... kok bisa begitu?

Ya, saya menggunakan photomatix pro untuk menciptakan warna yang lebih dominan dipandang oleh manusia.

Ngomong2 soal gedung dibawah, apartemen yang berdiri di pinggir pantai Ancol, merupakan objek yang sering dipotret.

Sunday, March 31, 2013

Ekskul fotografi, penyaluran minat yang sedang tren

15 tahun yang lalu, baru masuk sekolah menengah atas, eskul yang ditawarkan masih sebatas olahraga, berbaris, keagamaan dan musik. Belum ada yang namanya ekskul fotografi karena saat itu kamera masih manual. Masih pakai film. Untuk proses mencetaknya sangat mahal dan hasilnya belum tentu bagus.

Sekarang, jaman sudah berubah dan teknologi semakin canggih. Fotografi sudah lebih mudah. Memotret semakin tidak repot. Hasilnya pun juga bisa dimanipulasi jika hasilnya tidak sesuai harapan, bisa diedit.

Kini, peminat fotografi semakin banyak hingga dari sekolah menengah atas sudah memberi penyaluran minat lewat ekskul fotografi.

Seperti terlihat foto dibawah ini, sekolah khusus wanita, Santa Ursula, mengadakan kegiatan ekskul fotografi di Ancol.

Saturday, March 30, 2013

3 kejadian kurang menyenangkan di jalan raya ketika membawa mobil

Belakangan ini, saya sering mendapati dan melihat bahkan merasakan bagaimana pengendara berperilaku dijalanan. Sungguh mengenaskan.

Akhir-akhir ini, hukum rimba yang berlaku dijalan.

Berikut 3 kejadian negatif yang saya rasakan langsung.

1. Ditabrak motor. Saya pernah membawa mobil di daerah cakung, ketika itu hendak masuk ke mal dari jalur seberang. Ketika semua mobil dan motor sudah berhenti memberi saya lewat, tiba2 motor melaju kencang dari arah kiri. Motor itu langsung menabrak saya. Ketika saya tuntut ganti rugi, sipengendara motor malah ngotot bahwa saya yang salah. Setelah debat, saya ajak ke kantor polisi. Baru jalan, kabur.

2. Belok tidak pakai pelan. Belum lama ini, saya hampir menyerempet pengendara motor yang membawa motor tanpa berhenti dahulu ketika berbelok. Saya tegur lewat klakson, malah dibalas klakson.

3. Tabrakan mobil di tol. Bahu jalan bukan jalur untuk menyalib. Tapi banyak pengendara mobil tidak mengindahkan aturan ini hingga saya sekali melihat mobil mercy menabrak mobil mogok ketika si mercy dengan kencang menyalib dari bahu kiri.

Saturday, March 10, 2012

Wanita Yang Cakap Lebih Berharga Daripada Permata

Ketika melewati depan penjara Cipinang, saya sedikit dikejutkan dengan pemandangan didepan motor saya. Seorang kondektur metromini berjilbab alias kondektur wanita.


Sebelum-sebelumnya saya sempat menyaksikan kondektur wanita. Tapi kali ini lebih spesial, karena berjilbab. Artinya, bukan wanita yang kasar punya (dugaan saya saja atawa judge the book by the cover). Dan soal wanita menjadi pekerja diranah pria, bukan hal aneh. Supir busway pun banyak yang wanita.

Di dalam ajaran kristen, wanita yang bekerja adalah baik. Terkait dalam hubungan suami istri, istri yang bekerja dibidang yang dianggap adalah pekerjaan kasar, seharusnya tidak usah dipandang sebelah mata atau dianggap remeh ataupun dilarang, karena bekerja dibidang apapun, asalkan halal, Tuhan senang.

Dalam amsal 31:10-13, disebutkan wanita yang cakap lebih berharga daripada permata:

31:10 Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.
31:11 Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.
31:12 Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.
31:13 Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.
--

Jadi, berbahagialah suami dari si kondektur metromini karena dia memiliki istri yang baik.