Monday, June 16, 2008

Penguasaan Bahasa Inggris Yang Baik Ikut Berperan Serta Dalam Memperkuat Ekonomi Indonesia

Penguasaan bahasa Inggris yang baik ikut berperan serta dalam memperkuat ekonomi Indonesia. Apakah Anda setuju?

Setuju. Teman saya bilang kalau untuk mendapatkan gaji yang bagus disebuah perusahaan, syaratnya hanya satu, bisa bahasa Inggris. Dan ternyata memang benar. Sebuah perusahaan oil service mempekerjakan dia karena dia mampu berbahasa Inggris dengan baik.


Bagaimana menurut Anda perkembangan dari pengajaran dan penggunaan Bahasa Inggris di Indonesia saat ini? Sudah baik? atau masih dirasa kurang di banyak sisi?

Kalau bicara perkembangan, rasanya sih sudah baik. Semenjak banyak program paid review, banyak sekali orang-orang mulai belajar bahasa inggris untuk mendapatkan dollar dari internet. Ini sudah menjadi pertanda baik bagi perkembangan penggunaan bahasa inggris di masyarakat indonesia.

Tapi kalau bicara pengajaran, rasanya masih banyak yang kurang.

Friday, June 13, 2008

Pemeriksaan Laptop (Comic Strip)

Maaf, comic strip-nya tidak ada disini, tapi adanya di Detikinet.com > Intermezzo:

PEMERIKSAAN LAPTOP

Hihihi... My first published comic strip on national portal news.

Sure lof, it�s Edensor�

Hi there�
if you want to date me, all you have to do�.

Just�
Ask�

Much love

Katya


- - -

Gimana rasanya yah kalau saya mendapatkan email dari seseorang yang cantik, mempesona dan pintar seperti Katya?

Aduh.. Ga tau deh� Bingung pastinya. Kalau Ikal bilang, seperti menghirup Helium lalu tubuhnya menggelembung dan melayang-layang.

Anyway, itu adalah bagian yang bikin saya jadi �klik� untuk meneruskan membaca novel Edensor. Pada awalnya saya mulai kurang berminat terhadap novel ini karena tokohnya tidak mewakili orang yang tertindas lagi. Novel ini seolah-olah ingin pamer kalau pengarangnya pernah kuliah S2 di luar negeri dan saya harus membaca omong-kosongnya. Tapi si penulis ternyata pintar juga. memasukan romantis picisan, plus olahan kata-kata yang lincah, jadilah cerita ini jadi menarik untuk disimak. Dan tipping point-nya adalah ketika Ikal menerima durian runtuh, disukai cewek primadona.

Secara keseluruhan, novel ini memang bagus, tapi masih kalah bagusnya dengan yang pertama. Dan secara cerita, kalau menurut saya, dan maaf buat para penggemar Andrea, terlalu datar. Tapi Andrea cukup jeli untuk mengkaitkan mimpi-mimpi yang ada dibuku kesatu dan kedua lalu dijawab dibuku ketiga ini.

Akhir kata, keren lah.

�Sure lof, it�s Edensor��

Blogging Phenomenon As Part Of Knowledge Economy

Fenomena blogging akhir-akhir ini sebetulnya telah membawa masyarakat Indonesia, khususnya yang melek internet, masuk kedalam ekonomi pengetahuan atau istilah kerennya, knowledge economy.

"He? Knowledge economy, apaan tuh?"

Kalau menurut wikipedia, knowledge economy adalah penggunaan ilmu pengetahuan untuk menghasilkan keuntungan. Inggrisnya begini:

The knowledge economy is a vague term that refers either to an economy of knowledge focused on the production and management of knowledge, or a knowledge-based economy. In the second meaning, more frequently used, it refers to the use of knowledge to produce economic benefits. The phrase was popularized if not invented by Peter Drucker as the title of Chapter 12 in his book The Age of Discontinuity.

Various observers describe today's global economy as one in transition to a "knowledge economy", as an extension of "information society". The transition requires that the rules and practices that determined success in the industrial economy need rewriting in an interconnected, globalised economy where knowledge resources such as know-how, expertise, and intellectual property are more critical than other economic resources such as land, natural resources, or even manpower. According to analysts of the "knowledge economy", these rules need to be rewritten at the levels of firms and industries in terms of knowledge management and at the level of public policy as knowledge policy or knowledge-related policy.

KNOWLEDGE ECONOMY DAN BLOGGING

Kembali kesoal blogging yang katanya bisa menghasilkan keuntungan... Kok bisa? Jadi begini kisanak. Ada dua tipe blogger di Indonesia. Blogger yang mata duitan dan blogger yang penuh belas kasih dengan sedikit pamrih. Bagaimana penjelasan kedua bloger tersebut, mari disimak sebentar:

Blogger mata duitan
Blogger mata duitan biasanya menuntut blognya supaya bisa menghasilkan uang. Contohnya adalah blog ini. Dengan memasang adsense ataupun program iklan online lainnya, maka saya mengharapkan akan ada revenue dari tulisan-tulisan saya yang tanda kutip adalah sebuah knowledge. Tapi, bagaimana dengan blogger yang memang memanfaatkan blognya untuk meng-generate uang tapi tidak pernah berpikir alias tulisan-tulisannya memang ngebajak alias kupipes dari blogger lain? nah, kalau ini masuk kategori abu-abu knowledge economy.

Blogger penuh belas kasih dengan sedikit pamrih
Kalau blogger tipe ini, biasanya blogger yang memang pada dasarnya senang menulis. Dan dengan kegiatannya, diharapkan suatu ketika ada yang menyukai tulisan-tulisan si blogger lalu revenue dalam tanda kutip bisa datang. Revenue apa? Misalkan si blogger senang menulis soal IT. Tanpa mengharapkan mendapat revenue dari iklan, tapi karena ada publisher asal kita suka dengan tulisannya, maka bisa jadi si blogger diajak kerjasama untuk menerbitkan buku hasil dari tulisan-tulisannya. Atau si blogger senang menulis soal arsitektur. Maka tidak heran suatu ketika ada orang yang ingin dibangun rumahnya oleh si arsitek tersebut. Atau si blogger adalah seorang pensiunan tentara dan dia sering berburu ke hutan. Maka tidak heran suatu ketika ada orang yang ingin berburu lalu mengajaknya tanpa mengeluarkan uang sepersen pun. Atau si blogger adalah seorang banker dan suka mengeluarkan ide-ide produk perbankan, maka tidak heran suatu ketika ada orang yang ingin mengundangnya sebagai pembicara seminar keuangan perbankan. Atau si blogger adalah suka menggambar komik dan akhirnya ada portal yang bersedia untuk menampung komik-komik lucunya kemudian dibayar.

HOW TO

Dalam membangun knowledge economy sebetulnya ada langkah-langkahnya. Bagaimana itu dilakukan, sederhana sekali sebetulnya.

Otak manusia dan pengetahuan ibarat sebuah gelas yang diisi oleh air dan ketika penuh airnya akan tumpah. Terlalu banyak diisi oleh sekolah, pergaulan dan lain-lain, pasti akan tumpah entah menjadi tulisan di koran, atau ceramah, atau mengendap saja di buku diary. Nah, supaya air yang tumpah itu tidak terbuang percuma, jelas harus ada tempat yang menampungnya lagi. Dan proses menampungnya itu memiliki sedikit usaha ditambah kesenangan. Artinya, air yang adalah pengetahuan, sebaiknya ditampung disebuah wadah yang bernama blog atau koran atau media lainnya. Dan wadah yang paling mudah plus murah adalah blog. Dengan tertampung disebuah wadah yang lebih bermanfaat, diharapkan wadah tersebut bisa menghasilkan keuntungan bagi si pemilik gelas itu. Nah, sekarang, jika airnya ingin menjadi sebuah produk, air tersebut haruslah menarik. jika dia tumpah sebagai air putih, maka orang yang membutuhkan air putih akan berusaha memakainya. Jika dia tumpah sebagai air jeruk, orang yang suka dengan air jeruk akan ingin meminumnya. Jika dia tumpah sebagai air kelapa, orang suka dengan air kelapa tapi tidak suka dengan air jeruk, maka dia akan mau membelinya.

Menulis dengan topik tertentu memang akan menghasilkan revenue yang lebih cepat. Karena orang yang lebih mudah memilihnya. Disisi lain, menulis terhadap topik tertentu akan menjadikan seseorang jadi lebih mengerti terhadap apa yang dibacanya maupun apa yang ditekuninya. Dengan demikian, si penulis bisa berkembang lebih baik lagi dalam karir ataupun dalam usahanya, apapun itu.

Dengan demikian, dalam membangun knowledge economy sebetulnya gampang. Pilih media yang ingin dijadikan tempat manajemen pengetahuan-pengetahuan, lalu fokuslah terhadap pengetahuan tersebut.

KESIMPULAN

Knowledge economy memang perkara baru dibumi Indonesia ini. Tapi knowledge economy nampaknya akan berkembang pesat mengingat sebentar lagi biaya internet akan lebih murah sehingga banyak orang yang bisa meraup keuntungan dari internet.

Google Reader Ini Membunuhku

Google Reader telah memperbudak saya cukup lama. Tiap hari, pasti lebih dari 200 post muncul. Dan mau ga mau, saya harus membacanya. Kalau malas, terpaksa Mark all as read saya tekan. Tapi bukan berarti saya tidak pernah membacanya. Kalau ada yang menarik, pasti saya baca. Dan yang menarik, lucu, informatif terkadang akan saya share juga kepembaca blog ini. Seperti sekarang:
Tapi sayang, ada satu post yang tidak mutu tapi lutju:

Tuesday, June 10, 2008

Seandainya Saya Jadi Gubernur Jakarta

Kalau selama ini saya suka nyindir-nyindir Jakarta plus gubernurnya, apa jadinya bila tiba-tiba saya ditunjuk untuk menggantikan Bang Foke?

Dengan senang hati saya terima? Mungkin. Kalau saya terima, apa saja yang akan saya lakukan untuk membenahi Jakarta khususnya soal kemacetan.

1. Membangun Subway dan Monorail
Belum dilakukannya pembangunan Monorail atau Subway diduga adalah kekurangan biaya. Ah, masa sih? Masalah biaya bukannya bank dunia akan mudah meminjamkan kalau untuk perkara bikin transportasi. Tapi pastinya dikelola dengan baik. Nah, seandainya saya jadi Gubernur, pasti saya akan memprioritaskan untuk membangun subway dan monorail guna mempercepat perekonomian Jakarta mengingat Jakarta adalah jantung perekonomian Indonesia. Duitnya dari mana, jelas akan saya godok dengan meminjam ke bank dunia. Trus subway yang selesai akan dikelola secara profesional, dibuat senyaman dan seaman mungkin sehingga bisa menangguk keuntungan yang maksimal dan secepat mungkin.

2. Meningkatkan biaya sekolah
Kendala kemacetan di Jakarta adalah tumpah ruahnya pekerja dan anak sekolah. Nah, untuk mengurangi pengguna jalan yang adalah anak sekolah, saya akan meningkatkan biaya sekolah yang berada di Jakarta. Bagi yang tidak mampu, silahkan sekolah di pinggir Jakarta. Supaya tidak bikin macet pastinya.
"Saya ga mau pindah rumah. Jauh dari kantor." Protes seorang warga.
"Loh, khan ada Subway/monorail, anda bisa pergi pulang kekantor dengan cepat dan nyaman."

3. Menghapuskan Busway
Busway adalah projek gagal. Dia tidak bisa mengatasi kemacetan Jakarta. Yang ada malah bikin tambah macet. Dengan demikian, lebih baik saya akan menghapuskan Busway ketika Subway/monorail rampung dikerjakan.

4. Melarang Mobil bukan berplat nomor B untuk mengisi bensin
Nah ini lagi, kemacetan di jakarta juga diperparah dengan banyaknya mobil bukan dari warga Jakarta masuk ke ibukota. Dengan Melarang Mobil bukan berplat nomor B untuk mengisi bensin, diharapkan bisa mengurangi kemacetan lalulintas yang semakin parah.

---
Inti dari semua ini adalah, dengan berkurangnya kemacetan, saya tidak akan telat lagi masuk kantor! Hehehe... Soalnya Jakarta makin sakit dengan kemacetan akut.

Monday, June 9, 2008

Telerik Reporting = Bikin Programer Teler

Telerik Reporting 2.0 dan versi dibawahnya adalah perangkat Report paling tolol yang pernah saya temui.

1. Hasil Preview yang aneh bin o'on.
Wah.. ini parah bener. Kalau kita membuat report yang akan dijalankan di windows application, tidak terlalu masalah. Tapi kalau membuat report untuk web application, ini masalah besar. Setelah kita membuat report di form design, kemudian kita pilih preview, yang adalah preview untuk windows application, tampilannya normal. Tapi ketika diganti dengan HTML preview, hasilnya kayak mukanya Tukul, jelek amat: Berantakan abis! (maaf tukul, abis situ ngejelek-jeleki dirinya terus jadi nempel deh image-nya, hehehe...)

2. File Conversion nya payah.
Kalau saya rename melalui : klik kanan file report > pilih rename, maka hasilnya adalah .designer.cs tidak sama dengan reportnya yang direname tersebut. Perubahannya harus dari nama report tersebut dan ganti properties namenya.

3. Designernya Tidak bisa di zooming.
Berbeda jauh dengan Crystal Report atawa Active Report yang pada saat kita buat report, kita bisa ngezoom designernya. Sehingga bisa lebih enak kalau ukuran kertasnya besar. Dan di Telerik Report tidak bisa!

4. Control yang sudah melekat di report sectionnya susah sekali digeser2.
Tiap kali saya ingin menggeser, entah textbox atau control lainnya, saya harus mengganti properties position x dan y nya. Gila... Ini mah sama saja ngebatik...

5. Dan banyak lagi eror-eror maupun kekurangan-kekurangan lainnya...
Gile, dah beli mahal-mahal, tapi tidak sebanding dengan kualitas yang didapat. Parah nih produk. Haaaaaaaaaaaaaaaaa.... Gue stresssssss....