Wednesday, October 22, 2008

Dibutuhkan: C# programmer. Syarat: Balita

Makin sebel aja lihat lowongan programer.
Hampir semua pasang syarat: maks 27 thn atau lebih muda.
Emangnya kalau umur diatas itu, bakalan korupsi?

Nasiii...b nasib...

--
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com

Sunday, October 19, 2008

Axapta campur .Net

Jika anda memiliki dana terbatas untuk membeli program ERP bernama
Axapta, anda bisa membelinya dengan cara hemat:
Modul GL + .net business connector.
Setelah itu, kontrak freelance .net programmer karena
Sederhananya, kita bisa membuat user interface dan objek bisnis
sendiri untuk modul lain(AR, AP, MANUFACTUR) menggunakan .net.
Databasenya?
Axapta sudah menyiapkan. Programer tinggal menyantapnya. Lisensi
axapta hanya membatasi front end-nya. Tidak back end-nya(database).
Tapi, apakah semudah itu?
Jawabannya: tidak.
Sekilas, dengan kondisi demikian, akan mudah membangun aplikasi
jembatan tsb. Tapi nyatanya, itu ibarat memindahkan bukit. Akan sulit
dan memakan waktu yang tidak sedikit.
Letak kesulitan tertinggi Axapta ada pada perhitungan metode costing
yang super jelimet. Dan itulah kenapa Axapta berharga mahal. Jadi,
jika anda berniat untuk beli PAHE AXAPTA seperti tadi, pikirkanlah
lagi.

--
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com

Friday, October 17, 2008

Potret ketololan

Tahu lagu grup Potret yang liriknya cuma 'I just wanna say I love you'
dan diulang-ulang?

Bagaimana menurut anda?
Kalau menurut saya: that's suck...

Seniman memang boleh tampil beda. Namun bukan berarti jadi nyeleneh
dan tolol. Mestinya inovatif dan yang membanggakan bidang seni itu
sendiri.

--
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com

Pelajaran hari ini: hati2 bercanda

Jika dikantor anda mengadakan outing, dan anda tidak bisa ikut, jangan
pernah bercanda seperti ini:
"Bu manajer, saya minta mentahnya aje deh."

Bukannya ditertawakan, anda malah ditegur!
Entah apa alasannya.

Nah, pembaca yang super, hati2lah kalau bercanda. Terlebih kepada manajer anda.

--
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com

Tuesday, October 14, 2008

Prinsip Main Rakit Asumsi Sendiri

"Saya menutup telepon dan seketika menyadari sesuatu: tangan saya gemetar. Saya marah. Saya murka. Merasa privasi saya diterjang dan diobrak-abrik. Orang itu datang ke teritori pribadi saya, berbekal asumsi yang ia rakit dari info sepotong, kemudian dengan gagah berani mengusung panji kebenarannya sendiri. Persis prinsip orang main hakim sendiri, tanpa ba-bi-bu merajam sang tersangka tanpa perlu memproses lebih lanjut. Senjatanya bukan batu, melainkan kata-kata. Merenungi itu semua dada saya pun sesak. Sesuatu bergolak sangat hebat."

Penggalan diatas saya ambil dari tulisan Dewi Lestari diblognya. Menarik, karena didalam software development, prinsip main rakit asumsi sendiri untuk membuat user specification, sering terjadi.

Dibilang Dee, "berbekal asumsi yang ia rakit dari info sepotong, kemudian dengan gagah berani mengusung panji kebenarannya sendiri."

Nah, kalau diubah sedikit menjadi, "berbekal asumsi yang ia rakit dari info sepotong, kemudian dengan gagah berani mengusung user specification sendiri." Itu terjadi dibeberapa Senior developer atau system analist khususnya mereka yang saya tahu dan selama saya bekerja lebih dari 5 tahun berkecimpung di IT.

Sering banget saya menemukan hal seperti itu. Punya info sedikit, lalu dengan pedenya berasumsi sebuah flow proses bisnis adalah ini, ini dan ini. Tapi, setelah diimplementasi dan user mencoba, ternyata bukan ini, ini dan ini. Malah itu, ini dan itu.

Sakit hati? Jelas.
Capek? Pasti.
Emosi? Ga perlu. Selama saya masih jadi kopral, perintah komandan mesti dijalankan, meskipun cuma berbekal bambu runcing sedangkan lawan menggunakan Bazoka.

Yang jadi pertanyaan, kenapa bisa begitu? Asumsinya ada dua:
1. Senior developer atau System Analist malu(males) bertanya, yang berakibat sesat dikerjaan.
2. Senior developer atau System Analist memang kelewat pede.

Solusinya?
Seperti tadi saya bilang: Selama masih jadi kopral, perintah komandan mesti dijalankan, apa pun itu meski berbekal bambu runcing sedangkan lawan menggunakan Bazoka.

Sunday, October 12, 2008

Jalan-jalan ke ITC Cempaka Mas

Minggu, 12 Oktober kemarin, saya pergi ke ITC Cempaka Mas untuk membeli keperluan calon bayi.

Setelah lama tidak main ke ITC yang sangat sangat luas ini, saya menemukan 2 hal yang sangat menarik untuk dibagi ke pembaca:

1. Donat keliling. Di ITC cempaka mas, banyak sekali pedagang donat keliling yang beredar dan menawarkan donat ke pengunjung ITC. Tertarik dengan ukurannya yang big size, saya pun membeli satu. Saya sentuh, masih hangat.


Tak disangka, ketika digigit, sobekan donutnya cukup mengejutkan. Isi didalamnya bukannya putih tapi malah kuning. Ini artinya, donut ini sudah berkali-kali di goreng supaya tetap hangat. Ini artinya juga, saya bukan makan donat, tapi makan minyak goreng!

2. Dikelilingi sales lapak foodcourt. Saya tidak tahu harus menyebut mereka apa, tapi mereka agak mengganggu juga. Baru duduk di meja, saya dan istri langsung dikerubungi oleh sales-sales penjual makanan di foodcourt ITC Cempaka Mas. Tapi, untungnya saya pintar, biar tidak lama-lama dikerubungi, saya langsung menyebut kalau mau makan bakmi Anu, supaya sales yang lain bisa selekasnya menyingkir.



Nah, gambar ini adalah contoh ketika pengunjung ITC Cempaka Mas yang langsung dikerubungi ketika baru duduk.

Thursday, October 9, 2008

Plaza Semanggi, 9 Oktober

Atas ajakan Iko, saya bisa ikutan lagi ngumpul-ngumpul dengan blogger-blogger. Walaupun Cuma sebentar, tapi cukup berkesan.

Bertemu dengan mbak Maya, mbak Ria, Mas Dhie, Mas Daniel, kita pun ngobrol ini itu. Pokoknya seru.

Jam 18.30, saya pamit pulang. Dan sebelum kabur, saya mengabadikan mereka dalam blog ini. Dan ini lah mereka:


Siapa saja mereka, silahkan tebak sendiri, karena ada sebagian blogger yang tidak ingin diketahui identitasnya, hehehe.