Masih nunggu...
Yang gue kenal ga ada...
oh itu dia... ada Lita.
Ada Wicak (Ndorokakung.com)
Ada Enda nasution.
Ada Zeddy. Tukang Microsoft. Salah satu developer evangelist di MI (Bukan Mission Impossible, tapi Microsoft Indonesia, hehehe).
Saya sering liat si Zeddy di gedung BEJ. Tiap kali acara Visual Studo terbaru atau MSSQL Server terbaru, pasti ada dia.
Hmm...
Sebetulnya ga ada yang menarik untuk diliput. Mending kondisi kantor gue diliput. Tapi apa boleh buat, demi Windows Vista gratis, hehehe...
Oh, acaranya sudah dimulai...
Ok, let start liputing...
Mau flash back dikit, gue berangkat dari rumah jam 12:33. Dan tahu kah anda? Karena acara ini mulai jam 13.00, terpaksa, motor Legenda jadul digeber abis dan dooh... ada motor yang nylonong dan hampir nabrak...
Ok, flashbacknya dah dulu. Zeddy sudah presentasi dan dia demo soal Windows Live Writer.
Apakah akan lebih bagus dari Post2Blog? Kita tunggu presentasinya Zeddy.
Zeddy memulai untuk setting add new blog memakai Windows Live Writer. Ternyata, mirip settingnya dengan Post2Blog. Ga ada yang istimewa.
Pada dasarnya, produk online Microsoft memang tidak ada yang istimewa. Kalau kita buka blog menggunakan Live.com, dan kita membuka juga blog menggunakan wordpress.com, as far as i know, blog Live.com lebih lambat daripada wordpress.com. Dan soal ini pernah juga dibahas oleh Robert Scoble.
Balik ke presentasi Zeddy. Ini benar-benar menyebalkan. Dia ngomongin soal teknis, soal memakai Windows Live Writer. Damn, gue bisa coba-coba dirumah kalau soal insert picture, seting blah blah blah...
Oh wait!!!
Ternyata di Live Writer ada add plugin. Wow...
Asik juga. Jika anda seorang Geek, anda bisa coding disini. Namun, pakai bahasa apa yah? Kalau bahasanya PHP, bisa ga yah?
Ok, presentasi fitur Live Writer dah abis, sekarang Zeddy bicara soal Microsoft Popfly. Popfly ini adalah program mashup yang padanannya kalau di Yahoo adalah Yahoo Pipe. Sebenarnya, kedua barang tersebut ga terlalu mengerti. Karena saya memang ga mau tau. Kedua aplikasi tersebut terlalu berat alias terlalu memakan bandwith, jadi saya ga berani untuk memakainya takut dimarahi oleh atasan karena penggunaan internet yang tinggi.
Ok... Popfly sudah selesai. Sekarang jatahnya para dedengkot blogger Indonesia. Miund, Enda, Wicak dan Radit.
Jujur, gue benci sama nama yang terakhir. Gue benci sama radit. Benci karena cemburu. Tulisan sampahnya bisa dicetak dan menghasilkan uang? What a lucky bastard he is...
Ok deh... Baterainya dah mau abis. Stop dulu...
Sunday, April 6, 2008
Saturday, April 5, 2008
British Council Blogger Day (Loading..........)
waktu kedatangan: 13.32 (berdasarkan jam notebook gue)
dan acara baru dimulai
sekarang setting tag dulu: bcbloggerday.
(semoga menang kontes...)
dan acara baru dimulai
sekarang setting tag dulu: bcbloggerday.
(semoga menang kontes...)
Friday, April 4, 2008
Beginilah Seharusnya Blog
Tulisan Nofie Iman ini benar-benar membuka mata saya untuk bagaimana menulis blog yang tidak membosankan. Judulnya dibuat yang familiar, Seperti Al Pacino, seolah-olah membicarakan gosip bintang Holywood. Tapi, setelah membaca seluruh isinya, malah tentang Investment.
Setelah dibaca, boom! Kita dibawa dari A ke Z tanpa menyadari, kita sedang dikuliahi perekonomian internasional. Dan kita dibuat seolah-olah membaca sebuah cerpen karangan Dewi Lestari dimana alurnya membuat kita terhanyut dan tercenung sejenak, "Duh indahnya..."
Tulisan ini benar-benar cantik. Walaupun tentang investment, dimana saya buta sama sekali, tapi saya jadi tertarik dan akhirnya menelusuri tulisan-tulisan Nofie Iman sebelumnya. Dan, beginilah seharusnya blog. Tidak asal-asalan seperti blog ini.
Bagaimana saya bisa bilang tulisan Nofie Iman tidak asal-asalan? Lihat statement ini:
Sebelum di posting, Nofie Iman sempat menyodorkan draft tulisan itu kepada temannya. Ini menunjukan, dia harus bertanggung jawab terhadap tulisannya ketika dipublish kelak.
Tidak harus seperti itu memang. Kita tidak perlu menyodorkan tulisan kita kepada teman supaya dilihat, good or bad. Setidaknya, apa yang ditulis, jangan langsung diposting. Simpan dulu sejenak, 5 menit atau 1 jam, lalu baca kembali, apakah tulisan kita patut tayang atau tidak. Terkadang, emosi bisa tercampur ketika menulis.
Setelah dibaca, boom! Kita dibawa dari A ke Z tanpa menyadari, kita sedang dikuliahi perekonomian internasional. Dan kita dibuat seolah-olah membaca sebuah cerpen karangan Dewi Lestari dimana alurnya membuat kita terhanyut dan tercenung sejenak, "Duh indahnya..."
Tulisan ini benar-benar cantik. Walaupun tentang investment, dimana saya buta sama sekali, tapi saya jadi tertarik dan akhirnya menelusuri tulisan-tulisan Nofie Iman sebelumnya. Dan, beginilah seharusnya blog. Tidak asal-asalan seperti blog ini.
Bagaimana saya bisa bilang tulisan Nofie Iman tidak asal-asalan? Lihat statement ini:
Ketika saya sodori draft posting ini ke teman saya, dia cuma berkomentar singkat: kira-kira, berapa ya yang diperoleh Megawati, Pramono Anung, Taufik Kiemas, Laksamana Sukardi, dkk. sewaktu mengobral aset-aset perusahaan itu? Entahlah.
Sebelum di posting, Nofie Iman sempat menyodorkan draft tulisan itu kepada temannya. Ini menunjukan, dia harus bertanggung jawab terhadap tulisannya ketika dipublish kelak.
Tidak harus seperti itu memang. Kita tidak perlu menyodorkan tulisan kita kepada teman supaya dilihat, good or bad. Setidaknya, apa yang ditulis, jangan langsung diposting. Simpan dulu sejenak, 5 menit atau 1 jam, lalu baca kembali, apakah tulisan kita patut tayang atau tidak. Terkadang, emosi bisa tercampur ketika menulis.
Wednesday, April 2, 2008
Blogger Itu Milik Publik Atau Sesama Blogger Aja?
Ya. Ini pertanyaan yang masih mengiang-ngiang di otak saya. Blogger itu milik publik atau sesama blogger aja?
Kalau ngeblog buat dibaca semua orang, seluruh manusia di alam semesta, kenapa kopdar pada umumnya hanya sesama blogger aja yah?
Pestablogger: Target 1 Juta Blogger - RS: Mimpi
Saya sangat sedih setelah membaca tulisan Om Pri ini:
Seakan-akan blog adalah aktifitas yang negatif saja. Padahal, menkominfo pernah mencanangkan di acara PestaBlogger 2007 supaya kita para peserta mampu mengejar target 1 juta blogger Indonesia.
Sad� so sad�
Update.Tulisan Priyadi dipicu oleh wawancara radio Elshinta kepada Roy Suryo. Jika ingin tahu isi dari wawancara tersebut, bisa dibaca disini.
Tuesday, April 1, 2008
Hargai Orang Berbicara (Terutama Dokter)
Saya belajar hal penting baru-baru ini:
HARGAI ORANG BERBICARA
Berawal dari menemani istri saya, Mey, periksa kehamilan di rumah sakit Mitra Internasional, Jatinegara-Jakarta Timur. Malam itu Mey diperiksa USG setelah perkenalan dan Dokter melakukan medical record pertamanya. Lalu saya lihat hasilnya di monitor, ada janin berukuran 2.8 cm dan ada denyutnya. Setelah itu, si dokter, namanya Dokter Frans, orang Ambon, membuat salinan diagnosa dan mengatakan hasilnya adalah baik. Nah, ketika si dokter berbicara mengenai hasil tersebut, tiba-tiba handphone saya berdering. Kebetulan kakak saya menelpon dan penting. Saya dengan tidak merasa bersalah, menjawab telpon tersebut dan berbicara selama 1 menit-an. Setelah selesai menelpon, Dokter Frans juga selesai memberikan laporan pemeriksaannya kepada istri saya. Sedangkan saya masih ada pertanyaan yang ingin diajukan. Lalu, saya tanyakan pada pak Dokter, "Dok, boleh #### ?" (sensor)
Dijawab sama pak Dokter, "Tadi saya bilang apa? Saya lagi ngomong, bapak terima telpon. Ga fair dong..."
Saya pun melongo dan berpikir, 'kok dokternya galak...???'
Ga lama Pak dokter akhirnya memberikan jawaban, "Iya... Boleh."
Saya pun lega, tapi malu.
Lalu pak dokter bilang lagi, "Lain kali, kalau saya ngomong, bapak jangan terima telpon dong."
Saya pun nyengir aja. 'Gue yang bayar elo kok, pake sewot...', batin saya.
Saya dan Mey keluar, lalu nebus obat. Sambil bayar, saya nanya ke staf RS, "Mbak, dokter Frans itu galak yah?"
"Iya sih... Emang gitu orangnya. Orang Ambon sih yah..."
"Iya mbak. Tadi pas dokter Frans lagi ngomong, saya terima telpon. Eh, malah dimarahin..."
"Oh, kalau itu sih, semua dokter juga gitu kali. Kalau lagi ngomong, trus bapak terima telpon, semua dokter pasti marah."
"Oh... Gitu toh." Saya mengangguk.
Setelah itu saya dan Mey pulang, dan sadar, selama ini saya ternyata EMANG suka kurang ajar...
HARGAI ORANG BERBICARA
Berawal dari menemani istri saya, Mey, periksa kehamilan di rumah sakit Mitra Internasional, Jatinegara-Jakarta Timur. Malam itu Mey diperiksa USG setelah perkenalan dan Dokter melakukan medical record pertamanya. Lalu saya lihat hasilnya di monitor, ada janin berukuran 2.8 cm dan ada denyutnya. Setelah itu, si dokter, namanya Dokter Frans, orang Ambon, membuat salinan diagnosa dan mengatakan hasilnya adalah baik. Nah, ketika si dokter berbicara mengenai hasil tersebut, tiba-tiba handphone saya berdering. Kebetulan kakak saya menelpon dan penting. Saya dengan tidak merasa bersalah, menjawab telpon tersebut dan berbicara selama 1 menit-an. Setelah selesai menelpon, Dokter Frans juga selesai memberikan laporan pemeriksaannya kepada istri saya. Sedangkan saya masih ada pertanyaan yang ingin diajukan. Lalu, saya tanyakan pada pak Dokter, "Dok, boleh #### ?" (sensor)
Dijawab sama pak Dokter, "Tadi saya bilang apa? Saya lagi ngomong, bapak terima telpon. Ga fair dong..."
Saya pun melongo dan berpikir, 'kok dokternya galak...???'
Ga lama Pak dokter akhirnya memberikan jawaban, "Iya... Boleh."
Saya pun lega, tapi malu.
Lalu pak dokter bilang lagi, "Lain kali, kalau saya ngomong, bapak jangan terima telpon dong."
Saya pun nyengir aja. 'Gue yang bayar elo kok, pake sewot...', batin saya.
Saya dan Mey keluar, lalu nebus obat. Sambil bayar, saya nanya ke staf RS, "Mbak, dokter Frans itu galak yah?"
"Iya sih... Emang gitu orangnya. Orang Ambon sih yah..."
"Iya mbak. Tadi pas dokter Frans lagi ngomong, saya terima telpon. Eh, malah dimarahin..."
"Oh, kalau itu sih, semua dokter juga gitu kali. Kalau lagi ngomong, trus bapak terima telpon, semua dokter pasti marah."
"Oh... Gitu toh." Saya mengangguk.
Setelah itu saya dan Mey pulang, dan sadar, selama ini saya ternyata EMANG suka kurang ajar...
Apakah Karyawan Itu?
Atasan saya pernah bertanya, "Apakah karyawan itu?"
Lalu dari kami menjawabnya bermacam-macam. Tapi atasan saya tidak memberikan jawaban dan membiarkannya menggantung. Jadi, saya kembali bertanya kepada teman-teman kantor lama saya, sekalian ngobrol kangen.
1. Gie
+ : Gie, apa arti dari karyawan? Gue sempet ditanya ama bos gue nih.
- : parahhh lo!!..emang napa nih man..waz up??
karyawan = orang2 yg sudah "menjual waktunya" kepada orang yg punya lebih banyak duit daripada dirinya
karyawan. Karya tu = kerja
jadi harafiahnya ya orang yg bekerja
kenapa juga bos lo smp nanya kayak gitu?
+ : cuma mau kita merenung... hehe... kurang kerjaan yeh
- : mannnn... kalo gw nga salah ngerti sih ni yeee.. kalo sampe bos ada yg ngomong gitu.. artinya dia udah ada rasa "kecewa/kesel" sama anak2 buahnya gitu??
+ : iye apalagi ma gue...
- : hahahahhaa... pantessszzzzz
***
2. Victor
+ : Vic, apa arti dari karyawan?
- : hasil..
asal kata dari karya...
wan itu sebutan untuk pria arab...
jadi karyawan itu pria arab yg menghasilkan....
+ : bener2 (bener-bener gelo)
***
3. Yandy
+ : Yan, apa arti dari karyawan?
- : hmm apa yah? orang yang bantu2 he3
+ : bantu2 doang? ga dapet gaji ?
- : wah kalo sama boss mah karyawan adalah aset perusahaan he3
karyawan asset perusahaan soalnya kalau sampe ada yang mogok kerja sama aja kaya mesin yang rusak jadi harus dirawat baik2 dengan digaji he3
- : mantap yah jawaban gue
mantap bos... hahaha... lu belajar dimana tuh ?
- : banyak2 baca buku he3
+ : sedaaap
- : mangkanya karyawan harus sejahtera biar setia sampe mati he3. gajinya harus dicukupi ngga kaya di kantor lama kita dulu
+ : hahaha
***
4. Marlin
+ : Lin, apa arti dari karyawan?
- : maksud lo ?
+ : iya, definisi karyawan menurut elo apa?
- : iyah pegawai lah
+ : pegawai itu apa?
- : karyawan
+ : bisa ga digaji ga?
- : gak lah
namanya pegawai yah digaji
kl ga digaji namanya budak dong
napa? lo ga digaji ?
+: He?
***
Nah, teman. Apakah anda punya definisi karyawan yang lain? Atau sama saja seperti yang dijelaskan teman-teman saya barusan?
Sekali lagi, apakah karyawan itu?
Lalu dari kami menjawabnya bermacam-macam. Tapi atasan saya tidak memberikan jawaban dan membiarkannya menggantung. Jadi, saya kembali bertanya kepada teman-teman kantor lama saya, sekalian ngobrol kangen.
1. Gie
+ : Gie, apa arti dari karyawan? Gue sempet ditanya ama bos gue nih.
- : parahhh lo!!..emang napa nih man..waz up??
karyawan = orang2 yg sudah "menjual waktunya" kepada orang yg punya lebih banyak duit daripada dirinya
karyawan. Karya tu = kerja
jadi harafiahnya ya orang yg bekerja
kenapa juga bos lo smp nanya kayak gitu?
+ : cuma mau kita merenung... hehe... kurang kerjaan yeh
- : mannnn... kalo gw nga salah ngerti sih ni yeee.. kalo sampe bos ada yg ngomong gitu.. artinya dia udah ada rasa "kecewa/kesel" sama anak2 buahnya gitu??
+ : iye apalagi ma gue...
- : hahahahhaa... pantessszzzzz
***
2. Victor
+ : Vic, apa arti dari karyawan?
- : hasil..
asal kata dari karya...
wan itu sebutan untuk pria arab...
jadi karyawan itu pria arab yg menghasilkan....
+ : bener2 (bener-bener gelo)
***
3. Yandy
+ : Yan, apa arti dari karyawan?
- : hmm apa yah? orang yang bantu2 he3
+ : bantu2 doang? ga dapet gaji ?
- : wah kalo sama boss mah karyawan adalah aset perusahaan he3
karyawan asset perusahaan soalnya kalau sampe ada yang mogok kerja sama aja kaya mesin yang rusak jadi harus dirawat baik2 dengan digaji he3
- : mantap yah jawaban gue
mantap bos... hahaha... lu belajar dimana tuh ?
- : banyak2 baca buku he3
+ : sedaaap
- : mangkanya karyawan harus sejahtera biar setia sampe mati he3. gajinya harus dicukupi ngga kaya di kantor lama kita dulu
+ : hahaha
***
4. Marlin
+ : Lin, apa arti dari karyawan?
- : maksud lo ?
+ : iya, definisi karyawan menurut elo apa?
- : iyah pegawai lah
+ : pegawai itu apa?
- : karyawan
+ : bisa ga digaji ga?
- : gak lah
namanya pegawai yah digaji
kl ga digaji namanya budak dong
napa? lo ga digaji ?
+: He?
***
Nah, teman. Apakah anda punya definisi karyawan yang lain? Atau sama saja seperti yang dijelaskan teman-teman saya barusan?
Sekali lagi, apakah karyawan itu?
Subscribe to:
Posts (Atom)
