Monday, June 9, 2008

Pindah Kantor? Tar Dulu Deh...

Pindah ke kantor baru memang banyak syaratnya. Kalau saya yang ditanya, saya akan memilih kantor yang:
1. tidak kering alias banyak karyawatinya.
2. gedung bertingkat dan dipusat kota supaya orang gampang tahu, "ooooh... Iya, iya."
3. Banyak liftnya biar ga ngantri.
4. Tempat makan murah = deket.

Ketika masih cari-cari kerjaan, saya pernah kedapatan kantor yang bertempat disebuah ruko, lantai 4, sepi orang dan kalau cari makan rada susah. Kantornya lumayan berprospek, tapi terlalu selektif memilih calon karyawan. Oh, prospek, artinya belum stabil-stabil amat. Isinya anak muda semua. Yang jadi bahan pertimbangan adalah kantornya yang terlalu sedikit untuk bisa dilihat. Kalau mau cucimata: susah. So, saya sudah ga pikirin lagi perusahaan tersebut (walaupun memang tidak dipanggil juga, hehehe...)

Ada lagi perusahaan yang hampir mirip. Perusahaan besar, sebuah perusahaan asuransi mobil yang cukup terkenal. Tapi saya juga menampik ketika saya harus ke ruangan IT, saya harus naik tangga 4 lantai! Disatu sisi, bagus sekali untuk memperkecil perut. Disisi lain, kalau tiap hari begini, bah... ga banget deh. Belum lagi lokasinya juga tidak memungkinkan untuk cari makan siang yang ramai. Dan karyawan yang bekerja disitu mayoritas memesan katering. Weleh, kalau enak sih ga masalah, tapi kalau kateringnya ga enak: lagi, ga banget deh.

Berbagi (Lagi)

Buat yang bosen dengan berita-berita yang itu-itu saja, ada baiknya baca tulisan-tulisan berikut ini. Informatif, cerdas, gokil, miris, lucu dan lainnya. Silahkan dilihat-lihat:

Thursday, June 5, 2008

Haris del Hakim, My New Idol Writer

Setelah membaca novel "Kau Nodai Cintaku", saya langsung mendaftarkan Haris del Hakim sebagai penulis idola saya. Kalau sebelumnya, Pramoedya Ananta Toer sebagai idola-idola-idola-idola saya, lalau Seno Gumira Adjidarma sebagai idola-idola-idola saya, kemudian Putu Wijaya adalah idola-idola saya, dan terakhir Andrea Hirata sebagai idola saya, kini bertambah satu penulis idola: Haris del Hakim.

Sejujurnya, cerita yang dikarang Haris del Hakim dibuku Kau Nodai Cintaku tidak terlalu istimewa. Tapi yang saya kagumi adalah teknik menulisnya yang kalau boleh saya nilai = 8 dari 10:
Standar,
patuh aturan,
sedikit puitis dan
tidak terlihat norak.

Sayangnya, buku Kau Nodai Cintaku tidak tepat pemilihan judul. Sentral cerita buku Kau Nodai Cintaku adalah si Wibi, yang diujung cerita memilih tidak mencintai siapapun. Tapi kenapa judulnya "Kau Nodai Cintaku" seolah-olah si Wibi yang di nodai cintanya oleh wanita-wanita. Aneh memang.

Begitu pun dengan pemilihan sampulnya. 2 tokoh wanita yang digambarkan oleh si penulis sangatlah alim dengan sering menggunakan jilbab. Tapi kenapa sampulnya malah memperlihatkan wanita yang memakai baju seksi?

Ah, mungkin itu memang kesalahan dari redaksi. Si penulis pasti tidak punya urusan soal sampul dan pemilihan judul. Bagaimanapun, tulisan Haris del Hakim boleh juga. Dan cukup memikat.

Wednesday, June 4, 2008

FPI & Orang Kampung Balaraja

Apa persamaan antara orang FPI dengan orang kampung Balaraja?

Jawabannya sederhana, sama-sama ga masuk akal. Kalau orang FPI, kenapa tidak masuk akalnya pasti kita semua sudah tahu, kalau orang kampung Balaraja, tidak masuk akalnya adalah dalam perkara kambing.

Di Balaraja, ketika saya dan mobil yang saya tumpangi menuju pabrik Roman Ceramics, kambing itu berkeliaran bebas. Karena terlalu bebas, kambing-kambing itu seenaknya duduk-dudukan, tidur-tiduran ditengah jalan. Ketika mobil lewat dan tidak sengaja melindas, lalu mati, nah... ini dia perihal tidak masuk akalnya nongol.

Orang kampung yang punya kambing tersebut akan meminta ganti rugi 5 kali lipat dari harga si kambing. Alasannya karena si kambing bisa beranak hingga 5 keturunan. Otomatis, kalau si kambing mati, maka si pemilik kambing merasa kehilangan pemasukan sejumlah 5 kambing. Heran kan?

Lucu, Penting, Mendidik, Menghibur Dan Inspiratif

Sebelum posting yang aneh-aneh lagi, saya mau share sedikit posting beberapa blogger yang nangkring di google reader saya dan anda harus membacanya juga! Hehehe... Ga bermaksud maksa sih. Tapi berhubung ada yang lucu, penting, mendidik, menghibur dan inspiratif, jadi silahkan saja dilihat-lihat:

Perempuan & Rasa Sakit

Tulisan apakah yang paling diminati pembaca?

Membangun Bangsa Lewat Knowledge Economy (Part II)

BLT dan Mesin Cuci

Kronologi Satu Juni versi salah satu korban FPI

Bispak = Bisa dipake

Menyapu Kantor

Monday, June 2, 2008

Calon Nama Anak

Kalau diizinkan Tuhan, 4 bulan lagi saya bakal dapat anak. Tapi masih bingung, kira-kira anak saya nanti mau dikasih nama apa. Berhubung saya seorang programmer atau manusia katro yang berkecimpung didunia IT, maka bagusnya nama calon anak saya berhubungan dengan IT. Kira-kira nama yang bagus apa yah?

mungkin kira-kira akan seperti ini kali yah:

OS
Linuksani (Linux)
Debian
Unikson (UNIX)
Tisipy Aipy (TCP/IP)
Dony Sendy (Don't Send)
Sendy Erora Reportani (Send Error Report)

Basprog
Perlani (Perl)
Possan Hasudungan Parlindungan (disingkat PHP, tapi terlalu Batak yah?)
Smith (CodeSmith)
Neta Tierra (Nettiers)

ERP
Axaptany (MS Axapta)
Navisiono (MS Navision)
Platini (Platinum)
Sony Adi Parlindungan (disingkat SAP)

Database
Monica Sonya Santi Qurnia Lidya (disingkat MSSQL)
Monica Yanti Sonya Qurnia Lidya (disingkat MySQL)

---
Atau ada yang mau kasih masukan?

Sunday, June 1, 2008

Antara Sang Pemimpi dan Babakan Fakultas IPB

Auuffhh... auffhh... auuffhh... auffhh...

Kalau yang sudah baca, pasti tahu apa maksud barisan kata-kata diatas. Ya, tidak sampai 2 minggu, saya menyempatkan untuk membaca buku kedua tetralogi Laskar Pelangi yaitu Sang Pemimpi.

Novel yang dianggap sebagai sebuah lantunan kisah kehidupan yang memesona dan akan membuat Anda percaya akan tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi dan pengorbanan, lebih dari itu, akan membuat Anda percaya kepada Tuhan ini memang cukup memikat saya. Tapi kadar memikatnya jadi sedikit berkurang dibanding novel yang pertama. Mungkin kadar kelucuan dan kadar saintifiknya sedikit berkurang.

Novel ini adalah karya kedua Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada bulan Juli tahun 2006. Dalam novel ini Andrea menarikan imajinasi dan melantunkan stambul mimpi-mimpi dua anak Melayu kampung: Ikal dan Arai. Di novel ini juga Andrea membuang jauh-jauh 10 tokoh Laskar Pelangi. Jadi menurut saya, novel ini bisa dibaca secara terpisah.

Membaca Sang Pemimpi sekaligus membuat saya bernostalgia dengan kehidupan di Bogor. Diakhir-akhir cerita, Andrea Menceritakan kisahnya yang nyasar di kota Bogor dan akhirnya tinggal di Babakan Fakultas. Sebuah lembah intelektual karena diisi oleh mahasiswa-mahasiswa berkantong kempes karena kos-kosan yang murah-meriah. Babakan Fakultas, atau biasa disebut Bafak, sangat penuh dengan kesan ketika saya bergumul dengan tugas-tugas kuliah, persiapan ujian dan sebagainya. Ah, Bogor... Kota sejuta angkot yang mengangenkan.