Wednesday, September 24, 2008

Amir dan Otong



* * *

Per hari ini, saya akan memberi nama tokoh konyolstrip saya adalah:

Yang berkepala plontos dan berkacamata = Otong.
Posisi: programmer.

Yang berambut Jabrik dan bermata sipit = Amir.
Posisi kerjaan: team leader programmer. Tapi anak buahnya cuma satu, ya si Otong.

Penanam Modal Asing

Tulisan Nasib Carrefour kini ternyata mendapat tanggapan yang cukup serius. Berhubung saya tidak bisa menanggapinya dengan serius, maka saya butuh pembaca blog ini ikut rembug berdiskusi soal kehadiran PMA.

Pertama, saya menelurkan opini begini:

Jikalau akhirnya PMA banyak yang angkat kaki, termasuk Carrefour nanti, pengangguran akan meningkat pastinya. Kalau sudah banyak pengangguran, maka pencurian, perampokan bahkan pembunuhan berantai yang dilandasi oleh kebutuhan perut, juga akan makin meningkat. Betul ga sih?

Lalu dijawab oleh Bang Aip begini:

Jawaban dari pertanyaan Mas Adi ini bisa banyak beragam. Tapi saya coba menjawab dengan asumsi pribadi saya. Jadi buat pembaca lain, ini amat subjektif looh.

Saya jawab, "TIdak".

Alasannya:

1. PMA menanamkan modal ke RI antara lain karena resource di RI murah dan banyak mulut yang akan mengkonsumsi produk mereka.
Jadi, kalau mereka menanamkan modal di RI karena 'belas kasih' terhadap RI, itu boleh dibilang omong kosong.

PMA yang ogah lagi menanamkan modal di RI kebanyakan karena keamanan yang tidak stabil. Dan itu amat menggangu pola distribusi mereka. Kalau mereka masih bisa bribe untuk mendapatkan privilige, maka pasti mereka akan laksanakan.

Nike, masih menanamkan modal di RI, walaupun sudah dimaki-maki oleh Michael Moore dan banyak orang di seluruh dunia. Kenapa? Karena bisnis mereka masih stabil disini.
(*Mohon orang Nike, bantah saya, tapi baca dulu ini: http://www.michaelmoore.com/dogeatdogfilms/nikerelease.html*)

2. Efek KPK
Walaupun ini aneh, banyaknya kasus yang ditanggulangi KPK dan daftar panjang list tindak korupsi yang akan mereka usut, sudah cukup banyak mengganggu beberapa pemegang keputusan. Diantaranya adalah pemegang keputusan PEMDA untuk melegalkan ritel yang beroprasi di kota-kota besar.

Sudah bukan rahasia (buat yang pernah bermain dengan PMA di RI), apabila PMA menganggarkan 10% dari budget mereka untuk biaya 'non-bujeter'. Biaya ini nama lain dari suap untuk pejabat atau anggota dewan. Contoh: PMA di sebuah kota di Jawa TImur (tahun 2006) dan PMA di sebuah kota di Papua (tahun 1995).

3. Alderson Market Behaviour
Ada ratusan juta mulut menganga di RI yang siap memangsa produk-produk baru. Kalau raksasa macam Carrefour pergi, akan digantikan 'pemain' lain yang mungkin tidak kalah besarnya. Itu menurut teori Wroe Alderson.

Kenyataannya, kalau Carrefour pergi, yaa pasti digantikan saingannya lah. Simpel. Sebab pasar yang terbuka, selalu menarik minat untuk dimasuki pedagang.

Percaya atau tidak, mau pemerintahnya orde baru, orde lama, atau orde of phoenix, PMA atau MNC jauh lebih kuat daripada batas negara.

4. Makin banyak kejahatan atas nama perut
Kalau orang mau niat jahat mah, lapar atau nggak, tetep aja akan melakukan kejahatan.

Bangladesh jauh lebih lapar daripada RI. Tapi kejahatan atas nama perut yang keroncongan jauh lebih sedikit ketimbang kejahatan yang dilakukan atas nama penyakit sosial lainnya.

District Colombia dan Miami Dade di USA jauh lebih kenyang daripada di RI, toh angka kejahatan jauh lebih tinggi daripada di Jakarta (yang katanya sadis itu).

Pada intinya, jawaban saya "Tidak" atas pertanyaan Mas Adi. Mohon apabila tidak berkenan, silahkan dibantah.
Contoh-contoh diatas diambil dari data Pemda lokal dan pengalaman pribadi ketika berkunjung ke TKP.

Soal Carrefour, saya sendiri pernah tinggal di South France, jadi paham sekali cara pandang penduduk lokal terhadap produk dalam negeri mereka beserta kompetitornya.

- - -
Nah, bagaimana dengan Anda? ^_^

Tuesday, September 23, 2008

Jason Mraz: Cihuy Banget...

Sudah dengar lagu-lagu Jason Mraz?

Keren juga. Sebelum mengetahui album Jason Mraz, saya sudah sering mendengar lagu I'm Yours di Hard Rock FM. Baru beberapa hari yang lalu, senior staff di kantor saya sering memutar lagu-lagu funk yang asik punya. Dan salah satu lagu yang ikutan diputar, adalah I'm yours tersebut. Penasaran, saya tanya. Lalu minta. Setelah saya minta copy-an mp3-nya, ternyata: lagu-lagu funk tersebut adalah 1 album Jason Mraz terbaru, "We sing, we dance, we steal things"

Alhasil, 1 album Jason Mraz saya putar berulang-ulang ditelinga. Dari sini, saya menyimpulkan:
1. Lirik-lirik Jason Mraz itu luar biasa. Pintar kali mengolah kata-katanya bah. Walaupun saya ga terlalu fasih dengan bahasa Inggris, tapi liriknya itu tidak biasa seperti lagu top asing. Puitis, juga rada nyeleneh dari bahasa inggris standar. Mantap lah...

2. Dari 8 lagu yang ada, yang enak cuma 3 -> I'm yours, Buterfly dan Lucky. Bicara lagu Lucky, ada satu kejadian menarik (atau sial?). Gara-gara dengerin lagu Lucky dan terhanyut liriknya, saya membuat error message di aplikasi yang sudah live dari potongan lirik lagu Lucky. Alhasil, saya ditegur bos karena error konyol berbau lirik lagu Lucky bermunculan dihadapan user, hihihi...

Kesimpulannya, Jason Mraz: Cihuy banget...

Limited Access Per Group via xSessions

Tulisan saya tentang membuat limited access per group ternyata mengandung kesalahan. Tips ini bisa dipakai jika semua user-nya memiliki permission sebagai developer yang bisa diketahui dari User > Permission > Tools > Development Tools = Tercentang. Jika tidak, maka tips ini tidak bisa alias error. Hal ini disebabkan Table SysClientSessions adalah table admin yang ternyata tidak bisa disentuh oleh user yang TIDAK memiliki hak sebagai admin. Karena itu, solusinya adalah bukan membaca langsung Table SysClientSessions, tapi ubah jadi membaca pembungkusnya yaitu class xSessions.

Untuk memperbaikinya, butuh sedikit perubahan. Penambahan script di SysStartupCmd bisa diremark, lalu tambahkan kode berikut ini di class Info > startupPost :

/*
No SYS code must exist in this method
*/
void startupPost()
{


int counter;
int num = 0;
int maxSessions = Info::licensedUsersTotal();
xSession _xSession;
UserInfo userInfo;
UserInfo userInfo2;
UserId currentUserId;

SysClientSessions _SysClientSessions;
ABCUserGroupList _ABCUserGroupList;
ABCUserGroupList _ABCUserGroupList2;
ABCUserGroupInfo _ABCUserGroupInfo;
xSession session;
int x, y;
int maxSession ;

;
currentUserId = curuserid();

session = new xSession();
x = 0;
y = 0;
while select * from _ABCUserGroupList
where _ABCUserGroupList.userid == session.userId()
{
x++;
}
if ( x > 0 )
{
select ABCgroupid from _ABCUserGroupList
where _ABCUserGroupList.userid == session.userId() ;

select total from _ABCUserGroupInfo
where _ABCUserGroupInfo.id == _ABCUserGroupList.ABCgroupid;

maxSession = _ABCUserGroupInfo.total;

/* alur logika
1. dapatkan ABCgroupid nya apa
2. cek ke ABCusergrouplist dengan ABCgroupid tersebut
3. cek ke sessionid
*/

counter = 0;

while select * from _ABCUserGroupList2
where _ABCUserGroupList2.ABCgroupid == _ABCUserGroupList.ABCgroupid
{
for(counter = 1; counter <>
{
session = new xSession(counter, true);
if(session.userId() == _ABCUserGroupList2.userid )
{
y++;
}
}

}

if ( y > maxSession )
{
Box::info( 'Sorry, your group is full.', 'Administrator' );
{
this.shutDown(true);
}
}
}

}

Wednesday, September 17, 2008

Jaringan Bioskop 21 vs Blitz Megaplex



Ketika mengambil foto diatas sekitar bulan Mei-Juni, saya agak kaget dengan desain interior dari bioskop Megaria ini. Desainnya yang lebih modern, membuat saya sedikit heran.. Dulu, kalau kita ke bioskop 21, warna biru selalu mendominasi ditiap lobby bioskop. Sekarang, warna coklat lah yang telah mendominasi interior bioskop 21. Saya sedikit bertanya, kenapa jaringan bioskop 21 mulai berubah. Bahkan, harganya yang makin murah, makin membuat saya bertanya.

Ternyata, setelah membaca artikel di majalah business week Indonesia, jaringan 21 langsung berbenah semenjak kehadiran Blitz Megaplex. Ketika diketahui Blitz Megaplex, yang baru memiliki 3 gerai di Indonesia, tapi hanya dalam 1 tahun sudah balik modal, jaringan bioskop 21 langsung intropeksi.

Kalau sudah begini, yang enak adalah pelanggan. Dihantam oleh pesaing baru, pelaku lama jadi mulai sadar: konsumen adalah raja, bukan sebaliknya. Akibatnya, gerai-gerai diperbaharui, harga dipermurah, toilet dipercantik dan semuanya jadi lebih baik.

Saya jadi ingat, ketika baru memakai layanan operator seluler Matrix, minimum pembayaran saya ke Indosat adalah 150 ribu. Sekarang, setelah pesaing makin banyak, Matrix mulai berbenah dengan menurunkan harga bicara maupun sms. Dengan intensitas pemakaian yang sama, terakhir saya membayar Matrix adalah 50 ribu rupiah! Enak bukan�

Tuesday, September 16, 2008

Sushi Tei


Jika anda penyuka masakan Jepang, restoran ini pasti tidak asing bagi anda. Tapi, bagi saya, restoran ini sama halnya membeli jam tangan seharga 1 juta, buang-buang uang saja. Ya, tulisan ini memang kampungan. Meskipun saya bukan orang kampung, karena lahir di Jakarta dan besar juga di Jakarta, perkara duit, saya rela disebut kampungan. Untuk satu porsi sushi yang seharga 50 ribu lebih, rasanya berat sekali mengeluarkan uang dari dompet.

Harga yang mahal saja, sudah membuat saya geleng-geleng kepala, tapi yang makin bikin saya geleng-geleng kepala, di Facebook, ada group pencinta Sushi Tei! Walah� kok ada yah�

Apakah group ini dikembangkan oleh marketing sushi tei, atau memang di Jakarta sendiri banyak penyuka sushi Tei, lalu mereka berniat membagikan kesenangan bersama-sama dalam sebuah komunitas, saya tidak tahu. Yang pasti, Sushi Tei adalah M.A.H.A.L.

Nasib Carrefour Kini...


Jadi pemain besar ternyata banyak tidak enaknya. Carrefour, peritel asal Perancis yang mulai mendominasi di tanah air tercinta Indonesia, telah mengenyam banyak tidak enaknya, khususnya dari masyarakat sekitar maupun pemerintah daerah. Kasus Carrefour Pluit, yang didemo oleh masyarakat sekitar khususnya pedagang pasar terdekat Carrefour karena telah merasa �dimatikan� mata pencariannya, adalah salah satu ketidakenakan yang diterima Carrefour.

Lalu, kasus Carrefour Ratu Plaza, yang sebenarnya kesalahan pengelola gedung Ratu Plaza sendiri, juga salah satu kerugian yang diterima Carrefour.

Terakhir, Carrefour sedang dibuat tidak nyaman oleh Pemda DKI terkait pengeluaran izin di Blok M Square. hingga hari ini, PEMDA DKI, tidak memberikan izin buat Carrefour untuk memulai pengoperasian Carrefour. Padahal, barang-barang dagangan sudah masuk ke toko tersebut.

Carrefour adalah PMA. Jikalau satu buah PMA sudah dibuat tidak nyaman oleh pemerintah ataupun masyarakat, mungkin saja PMA lain ogah menanamkan modal dinegara ini. Bahkan, PMA lain juga sudah banyak yang angkat kaki dari Indonesia. Contoh, pabrik Sony, pabrik Reebok, sudah ogah menamkan modalnya di Indonesia. Kenapa bisa begitu? Entah lah, pemerintahan kita memang kurang bisa berpikir panjang. Jikalau akhirnya PMA banyak yang angkat kaki, termasuk Carrefour nantinya, pengangguran akan meningkat pastinya. Kalau sudah banyak pengangguran, maka pencurian, perampokan bahkan pembunuhan berantai yang dilandasi oleh kebutuhan perut, juga akan makin meningkat. Betul ga sih?