Tuesday, April 29, 2008

Antara Grey�s Anatomy Dan Pasien di Indonesia

�Mencintai seseorang tapi tidak dicintai balik adalah lebih sakit daripada jomblo.� Begitu perkataan seorang pasien kepada dokter magang di rumah sakit Seattle Grace Hospital, Dr O�mailley.

Sampai begitu dekatnya hubungan dokter dengan pasien, sampai-sampai si pasien menasihati dokternya. Sebuah kondisi yang jarang-jarang terjadi di rumah sakit Indonesia. Bagaimana tidak, dokter di Indonesia, sepanjang hari ditunggu-tunggu, tapi ketika nongol, maksimal hanya 5 menit berbicara setelah itu menghilang.

Grey�s Anatomy adalah film serial drama romantis yang dibungkus situasi rumah sakit. Serial percintaan antara dokter full time dan dokter magang. Bahkan ada beberapa episode memperlihatkan percintaan dokter dengan pasien. Sebuah gambaran yang tidak akan pernah didapat di Indonesia.

Grey�s Anatomy sangat bagus dan seharusnya ditonton oleh dokter-dokter di Indonesia, supaya mereka mau bersosialisasi dengan pasiennya. Tidak hanya sekedar datang, diagnosa sebentar lalu pergi. Tapi benar-benar care sama pasiennya. Bahkan, pasiennya tidak mau dioperasi pun, sang dokter memaksa dengan berbagai cara supaya si pasien mau dioperasi dan sembuh dari penyakitnya. Lagi. Sebuah gambaran yang perlu ditiru oleh dokter di Indonesia.

Hingga saat ini, saya sudah menyelesaikan session 2 serial Grey�s Anatomy dan saya tidak bisa berhenti menonton session ke-3 nya. Ceritanya sangat enak dan perlu. Enak karena tidak membosankan dan perlu karena sangat kental ilmu kedokterannya. Bagi kita yang tidak mengerti kedokteran, alhasil akan jadi mengerti sedikit istilah-istilah kedokteran. Dan lagi. Sebuah film serial yang perlu ditonton oleh dokter-dokter di Indonesia.

Hidup pasien!!!

Monday, April 28, 2008

Buat Buku Itu Sekarang Gampang

Waktu British Council Blogger Day, Wicaksono atau Ndorokakung sempat bercerita tentang tulisan seorang blogger yang dicuri oleh seorang penulis tak bertanggung jawab. Blogger yang dimaksud (kalau tidak salah) adalah Imam Brotosuseno. Suatu ketika, Imam pergi ke toko buku, dan tidak disengaja, ia menemukan sebuah buku yang ternyata isinya persis sama dengan yang pernah Imam tulis. Alhasil, si penulis buku tersebut dikontak oleh Imam dan dituntut ganti rugi.

Melihat cerita diatas, tanpa blogger sadari, tulisan-tulisannya bisa saja diembat oleh para penulis tak bertanggung jawab lainnya. Kenapa, karena untuk menulis sebuah buku topik tertentu sangat mudah sekali mendapatkannya. Misalkan kita ingin membuat buku tentang jajanan di Indonesia. Nah, hanya berbekal google blog search, gunakan keyword "jajanan di surabaya", "gado-gado jakarta", "pecel yogyakarta" dan lainnya kita bisa mendapatkan tulisan-tulisan seputar jajanan yang berlimpah.

Juga untuk tulisan tentang technology atau seputar IT. Banyak sekali blogger yang membuat tulisan secara cuma-cuma seputar IT. Dengan berbekal kerangka tulisan, penulis bisa membuat buku tentang IT tanpa perlu bersusah payah. Misalkan ingin membuat buku berjudul, "Berkenalan dengan Web 2.0". Caranya ternyata mudah sekali. Hanya masukan keyword "Facebook adalah", "MySpace adalah", "Youtube adalah" dan situs-situs ngetop ditambah kata "adalah" lainnya, maka kita bisa mendapatkan banyak sekali tulisan berbahasa Indonesia yang tinggal disalin dan diedit sedikit lalu menjadi buku!


Hal diatas sudah sempat saya coba. Dua tulisan ini dan ini adalah contoh bagaimana saya tidak perlu bersusah payah membuat bab per bab buku tentang situs web 2.0. Hanya berbekal keyword "Youtube adalah" dan "Facebook adalah" maka saya sudah hampir membuat buku yang menghasilkan uang!

Sunday, April 27, 2008

59

Sekedar ingin menunjukkan sesuatu yang langka. Counter feedburner blog ini pernah sama dengan counter kampungblog => 59. Hehehe... (lagi iseng mode)



Dari sini saya jadi kepikiran, berarti saya punya 59 pelanggan "majalah" ini. Seandainya 59 pelanggan tersebut saya kenakan biaya berlangganan sebesar 2000 rupiah perbulan, maka dalam setahun saya akan mendapatkan uang sebesar 1.416.000 rupiah. Wow! Lumayan bukan? Dengan uang segitu, saya bisa beli HP baru, mengganti HP saya yang sering restart ini (alias mau tamat).

Wednesday, April 23, 2008

Manajemen Resiko & Uang 100 Juta

Ternyata tulisan "Bahkan Burung Pun Diberi Makan Oleh Yang Maha Kuasa" ada yang menanggapi dengan serius. Blog yang ga serius ini tumben-tumbenan ada yang menyanggah dengan serius. Hehehe...

Dan mengenai tanggapan tersebut khususnya bisnis memiliki resiko, saya akan coba menanggapi kembali dalam sebuah tulisan. Penyanggah adalah bernama Fikri dan dia bilang seperti ini:
Namun saya tidak sependapat dengan anda dalam beberapa hal.

"Bagaimana jika perusahaan network-marketing tempat kita bergabung bangkrut setelah kita meng-investasikan beberapa tahun dalam bentuk waktu dan usaha? Semuanya menjadi sia-sia saja, bukan?"

Namanya juga bisnis pak. Semuanya memiliki resiko. dan itu resiko yang harus diambil jika menjalankan bisnis. Sebuah bisnis, apapun bisnis tersebut, memiliki resiko.

Bisnis memang penuh resiko. Tapi yang namanya resiko itu bisa dikelola. Setidaknya bisa dihindari. Makanya ada ilmu manajemen resiko. Menurut wikipedia, manajemen resiko adalah proses pengukuran atau penilaian risiko serta pengembangan strategi pengelolaannya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu.

Manajemen risiko memang belum popular dibanding bidang studi lainnya, seperti manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia, atau manajemen produksi. Tapi pemahaman tentang manajemen risiko saat ini menjadi semakin dibutuhkan sejak krisis ekonomi menimpa Indonesia beberapa waktu yang lalu, beberapa perusahaan, termasuk bank-bank, satu-persatu gulung tikar. Kemungkinan sebagian dari mereka tidak siap untuk menghadapi risiko-risiko yang berhubungan dengan perubahan pasar, politik, atau mungkin sosial.

Karena itu, menurut RONNY KOUNTUR, D.M.S., Ph.D., proses manajemen risiko bisa dilakukan dengan langkah-langkah:
(1) identifikasi risiko
(2) pengukuran risiko, termasuk pemetaan risiko,
(3) penanganan resiko yang mencakup pengendalian dan pendanaan risiko.

Untuk perusahaan network-marketing, soal manajemen resikonya, mereka tidak terlalu terbuka. Makanya saya kurang setuju dengan jenis perusahaan tersebut. Yang mereka tonjolkan hanyalah sebuah bisnis yang bisa menghasilkan uang, uang, uang, uang dan uang. Mereka menutupi resiko yang tinggi dengan bicara peningkatan pendapatan, pendapatan, pendapatan, pendapatan dan pendapatan sehingga kita dibuat bias tentang resiko. Berbeda dengan perusahaan yang riil seperti XL, mereka bahkan menginformasikan soal bagaimana mereka menerapkan Kerangka Kerja Manajemen Risiko Perusahaan (Enterprise Risk Management/ERM) secara holistik dan terintegrasi ke semua unit organisasi di situsnya.

Kesimpulan
Saya memang belum pernah berbisnis. Nulis ini juga mencomot referensi dari sana-sini. Dan pengalaman! Seseorang yang saya kenal sudah terkena batunya gara-gara bisnis network-marketing. Dan alasan "Namanya juga bisnis pak. Semuanya memiliki resiko." adalah bukan alasan yang bijak ketika uang 100 juta dibawa kabur!!!

Tuesday, April 22, 2008

Alasan Kenapa Kita Tidak Perlu Membenci Sinetron Cahaya

Sinetron Cahaya adalah salah satu sinetron paling menyebalkan yang pernah ada di pertelevisian Indonesia. Entah gimana, sudah tahu menyebalkan, pihak RCTI tetap saja menyiarkannya. Salah seorang ibu rumah tangga yang tidak bisa saya sebutkan namanya sudah sangat membenci sinetron ini walaupun diawal tayangannya sangat disukai.

Biarpun sinetron ini sudah tidak disukai oleh banyak pemirsa, tapi ada beberapa alasan kalau Sinetron Cahaya sebetulnya ada nilai positifnya dan tidak perlu dihujat.

1. Sinetron Cahaya adalah sinetron melodrama. Artinya, sinetron ini cocok buat orang miskin Indonesia yang butuh hiburan dimana dia bisa melepas penderitaannya sejenak. 20 juta lebih masyarakat Indonesia adalah masyarakat miskin dan mereka membutuhkan hiburan berupa mimpi suatu ketika mereka bisa kaya. Sinetron Cahaya penuh sekali kisah si miskin tiba-tiba jadi kaya tanpa memperlihatkan prosesnya. Dan hal-hal seperti ini yang dibutuhkan oleh masyarakat miskin Indonesia untuk memenuhi mimpi mereka sejenak, walau esok paginya harus berjuang susah payah mencari makan lagi entah impian itu bakal terwujud atau tidak.

2. tokoh Satria, yang diperankan oleh Dude Herlino, terlalu emosional. Bahkan berlebihan. Sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit marah. Marah kok cuma sedikit? (Halah!). Betul, ada kondisi yang tidak menyenangkan terhadap Cahaya, Satria langsung seolah-olah bak jagoan(mungkin disesuaikan namanya), sok-sok melindungi, dan marah besar. Sangat norak memang. Tapi, hal seperti itu memang seharusnya perlu ditontonkan kepada cowo-cowo Indonesia yang 50% lebih adalah cowo-cowo pemalu. Sikap seperti itu harus ditonjolkan supaya para cowo-cowo Indonesia tidak hanya suka ditindas/pasrah oleh perempuan/atasan ditempat kerja tapi berani melawan.

3. Cahaya, yang diperankan Naysila Mirdad, gampang sekali pindah kelain hati. Ketika Raka, yang dimainkan oleh Glen, pergi ke NTB lalu menghilang dan tidak diketahui juntrungannya, padahal Cahaya harus menikah dengan Raka, Cahaya mau saja didekati oleh Satria. Belum beberapa bulan(berdasarkan cerita tersebut), Cahaya akhirnya menerima cinta Satria dan mereka menikah. Padahal, yang namanya perempuan, ditinggal kekasihnya, dan dia cinta setengah mati, pasti tidak akan serta merta langsung jatuh cinta lagi hanya selang 1-2 bulan. Karena masa-masa itu adalah masa-masa kelabu dan susah untuk melupakan sang kekasih.

Tapi disitulah letak kenapa sikap Cahaya perlu ditiru, khususnya buat para pebisnis yang jatuh bangkrut, dan harus langsung bangkit lagi. Tidak perlu larut dalam kesedihan. Begitupun dengan para profesional yang mengambil sertifikasi, ketika gagal dalam ujian pertama, jangan langsung nyerah, tapi bangkit lagi dan ambil ujian lagi. Ujian kedua kali itu pasti berhasil karena soalnya sudah hapal tinggal mengulang dan mengkoreksi saja.

Kira-kira begitu alasan kenapa sinetron Cahaya tidak perlu dibenci (Walaupun saya benci banget). Ada sanggahan?

Monday, April 21, 2008

Temuan: Blog Yang Tembus 1 Juta Pageviews

Saya cuma salut dan iri, blog Anjar Priandoyo sudah tembus 1 juta pageviews! Wuih... Gurih banget!


Kenapa bisa yah blognya dikunjungi banyak orang?

Setelah buka-buka arsib blog Anjar Priandoyo, ternyata ada 7 alasan mengapa blog lifeauditor tumbuh pesat. Kesimpulan dari 7 alasan itu adalah :
1. Anonim but keep talking
2. punya cukup banyak stok informan yang bekerja pada middle-up management level di top company di Indonesia
3. Solusi bukan keluhannya
4. Panas tapi mendidik
5. Merangkul
6. Orang-orang yang terbaik bidangnya (terima masukan dari mana2)
7. Pembelajaran untuk kita semua

Untuk kejelasan dan lengkapnya, bisa dibaca langsung disini.

Ok then, ga mau kasih komentar, cukup angkat topi aja buat Anjar. Slamat.